Pelecehan dan Kekerasan Seksual Kian Merisaukan, Ini Langkah Pemkot Bandung Menangkalnya
Pemerintah Kota Bandung menghadirkan unit pelaksana teknis daerah perlindungan perempuan dan anak (UPTD PPA), guna memberikan rasa aman dan perlindungan bagi korban pelecehan serta kekerasan seksual.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Pemerintah Kota Bandung menghadirkan unit pelaksana teknis daerah perlindungan perempuan dan anak (UPTD PPA), guna memberikan rasa aman dan perlindungan bagi korban pelecehan serta kekerasan seksual.
Kepala UPTD PPA Kota Bandung Mytha Rofiyanti menjelaskan, UPTD PPA Kota Bandung merupakan unit yang bertugas untuk menangani masalah pelecehan, kekerasan seksual, perlindungan anak, dan masalah lainnya.
"Kasus pelecehan dan kekerasan seksual merupakan kasus yang rumit untuk ditangani karena melibatkan beberapa faktor yang kompleks," kata Mytha Rofiyanti, Senin 20 Januari 2025.
Guna menanggapi faktor-faktor tersebut, dituturkan ia, UPTD PPA Kota Bandung memiliki beberapa pelayanan untuk membantu mendampingi korban, menyelesaikan kasus, dan memberikan rasa aman.
Layanan yang diberikan UPTD PPA Kota Bandung, di antaranya pelayanan penerimaan pengaduan, pelayanan penjangkauan korban, pelayanan pengelolaan kasus, pelayanan mediasi, pelayanan pendampingan dan rumah pemdapingan.
"Biasanya kalau ada laporan kita terima dan kita catat dulu. Kita asessment awal atau pengukuran awal untuk mengetahui lingkup permasalahannya," ucapnya.
Selain pelayanan, UPTD PPA Kota Bandung pun dikemukakan Mytha melakukan beberapa pencegahan kekerasan dan pelecehan seksual melalui edukasi. Pihaknya telah bertemu dengan berbagai elemen masyarakat untuk mengedukasi soal kekerasan dan pelecehan seksual.
Salah satunya dengan mengundang ketua-ketua DKM untuk melakukan upaya-upaya pencegahan.
"Kita tidak bisa menjangkau dan melakukan pencegahan ke pelaku dan siapa tahu para pelaku ada yang datang ke masjid. Jadi nanti ketua DKM nya bisa melakukan upaya pencegahan. Kita juga memiliki program Senandung Perdana," ujar dia.
Editor : Zulfirman

