Pembunuh Nanay Berlyn si Wanita Bertato Rupanya Penjahat Kambuhan Langganan Penjara

Dono pacar sekaligus pelaku pembunuhan Nanay Berlin si wanita bertato rupanya penjahat kambuhan dan sudah 9 kali masuk penjara

Pembunuh Nanay Berlyn si Wanita Bertato Rupanya Penjahat Kambuhan Langganan Penjara
Pelaku Dono yang menhabisi nyawa Nanay Berlyn si wanita bertato rupanya penjahat kambuhan dan sudah 9 kali masuk penjara.

 

INILAHKORAN, Bandung - Pelaku utama  pembunuhan terhadap Rizna Apriliandhiny alias Nanay Berlyn wanita bertato yang dibunuh pacarnya sendiri di Arcamanik merupakan residivis.

Ialah pelaku berinisial DG atau Dono Gom Gom Sibarani (33), ternyata sudah berkali-kali masuk bui sebelum menghabisi nyawa Nanay Berlin wanita bertato di sebuah hotel melati di Kota Bandung.

"Sudah 9 kali (masuk penjara) dia residivis," ungkap Kanit Reskrim Polsek Arcamanik Iptu Gafar saat dikonfirmasi, Rabu  9 Maret 2022.

Baca Juga: Pembacok Kiai Farid Ashr Wadaher Indramayu Ditangkap, ini Dia Kronologisnya

Dia tak menjelaskan kasus apa saja yang membuat Dono, berulang kali masuk bui. Akan tetapi, kata dia, pelaku kerap melakukan berbagai tindak pidana.

"Ya macam-macam kasusnya," ujarnya.

Seperti diketahui, motif pembunuhan terhadap Rizna Apriliandhiny alias Nanay Berlyn, atau jasad wanita bertato yang di buang di sebuah tanah kosong, di Jalan Cisaranten Kulon III, Kelurahan Cisaranten Kulon, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, akhirnya terungkap.

Baca Juga: Sembari Beri Santunan, Ratusan Mahasantri se-Jawa Barat Deklarasi Dukung Ganjar Pranowo Jadi Presiden  

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Aswin Sipayung menuturkan, Nanay panggilan korban, dibunuh oleh pacarnya yang berinisial DG (33) (sebelumnya tertulis D), karena cemburu.

"DG ini, sudah kenal dengan korban dan pacaran kurang lebih dua bulan, dan ada motif cemburu ya antara tersangka dan korban. Saat ini menurut tersangka ini adalah perselingkuhan di antara mereka, jadi ini perlu pendalaman lagi," katanya saat menggelar ungkap kasus, di Mapolrestabes, kemarin. (Cesar Yudistira)


Editor : inilahkoran