Pemerataan Akses Pendidikan Mencuat Pada Refleksi Akhir Tahun SMA Darul Hikam
Pemerataan akses pendidikan, PPDB dan berbagai persoalan pendidikan di Jawa Barat mencuat dalam Refleksi Akhir Tahun SMA Darul Hikam
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung,- Peningkatan dan perbaikan pemerataan akses pendidikan mencuat pada kegiatan Refleksi Akhir Tahun SMA Darul Hikam, Senin 27 Desember 2021.
Refleksi akhir tahun SMA Darul Hikam bertajuk Refleksi Akhir Tahun Pendidikan Jawa Barat tersebut secara khusus menyoroti berbagai persoalan termasuk pemerataan akses pendidikan.
Dalam refleksi akhir tahun itu, Ketua Yayasan Darul Hikam Sodik Mudjahid secara khusus menyoroti persoalan pemerataan akses pendidikan yang harus terus dibenahi.
Baca Juga: Prediksi Line Up Semi Final Liga 2 RANS Cilegon FC Vs PSIM Yogyakarta
Sodik Mudjahid mengungkapkan, pemerataan akses pendidikan harus terus dibenahi seperti Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), guru dan lainnya, yang masih menjadi masalah sangat kompleks dan terus berulang.
"Ini perlu ada perbaikan kepemimpinan, perbaikan etos kerja dan perbaikan budaya kerja," kata Sodik Mudjahid, dalam diskusi bertemakan "Refleksi Akhir Tahun Pendidikan Jawa Barat Tantangan & Harapan", di SMA Darul Hikam, Jalan Supratman 88 Bandung, Senin 27 Desember 2021.
Menurut Sodik, refleksi ini punya acuan untuk perbaikan nanti performance ke depan.
Baca Juga: Link Live Streaming Semi Final Liga 2 RANS Cilegon FC Vs PSIM Yogyakarta
Pihaknya sudah menyampaikan kepada pemerintah Jawa Barat melalui Dinas Pendidikan, atas kinerjannya, dan memang masalah pendidikan itu sangat kompleks atas berbagai hal dalam kehidupan bermasyarakat.
"Kami sudah menyampaikan apresiasi atas kinerjanya kepada pemerintah, kendati begitu, saya memiliki komitmen untuk memperbaiki dan etos kerja yang lebih baik dengan kepemimpinan, lebih baik dengan sistem yang lebih baik, termasuk sistem digitalisasi," paparnya.
Selain itu, dia pun menyoroti terkait infrastruktur pendidikan di Jabar dalam menghadapi pandemi Covid-19. Pihaknya harus sudah siap dalam membangun pendidikan yang lebih baik lagi.
"Jadi kita sudah siap dengan pola pandangan tadi, harusnya fisik infarstuktur semacam kelas, tidak ada masalah, karena internet dan lain-lain belum merata dan yang kedua budayanya," ujarnya.
"Saya kira mudah-mudahan bisa ditangkap. Seharusnya infrastuktur fisik dengan pandangan kita yang modern dan digitalisasi, harusnya tidak menjadi kendala," imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Khusus Layanan Khusus (PKLK) Disdik Jabar Deden Saepul Hidayat menambahkan, pihaknya mengapresiasi masukan dari sejumlah orang, dan bisa memperbaiki untuk ke depannya.
"Berkaitan dengan infrastuktur khusus dalam masa pandemi, memang pada prinsipnya sejak awal sudah menyiapkan sebuah juknisnya, bagaimana sekolah harus sudah menyiapkan tim, kemudian fasilitas sekolah, dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) juga direlaksasi," ungkap Deden.
"Pada prinsipnya kita sudah siap untuk sekolah melakukan kegiatan-kegiatan dalam masa pandemi ini," kata Deden Saepul Hidayat.
Deden Saepul Hidayat mengatakan, secara angka, sebanyak 90 persen seluruh guru di Jabar sudah divaksin, tinggal siswa-siswinya masih dalam proses.
Baca Juga: Profil Anya Geraldine yang Berperan Sebagai Lydia di Film Series Layangan Putus
"Kemudian untuk fasilitas sarana saya pikir semua sekolah pada prinsipnya sudah siap, tapi saya tidak mengatakan 100 persen," pungkasnya.***(Okky Adiana)
Editor : inilahkoran


