Pemkab Bogor Petakan Potensi dan Kompetensi 560 ASN untuk Pengembangan Karier

Pemkab Bogor memetakan potensi dan kompetensi 560 ASN melalui Profiling ASN 2026 sebagai dasar pengembangan karier dan penempatan pegawai.

Pemkab Bogor Petakan Potensi dan Kompetensi 560 ASN untuk Pengembangan Karier
ilustrasi/net

INILAHKORAN.ID-Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, memetakan potensi dan kompetensi 560 aparatur sipil negara (ASN) sebagai dasar pengembangan karier hingga penempatan pegawai sesuai kebutuhan organisasi.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bogor Yunita Mustika Putri mengatakan, pemetaan tersebut dilakukan melalui Profiling ASN Tahun 2026, yang merupakan program nasional Badan Kepegawaian Negara (BKN).

"Profiling ASN ini menjadi instrumen penting untuk mengetahui potensi dan kompetensi setiap ASN secara lebih objektif. Hasilnya dapat menjadi dasar dalam pengembangan kompetensi, perencanaan karier, hingga penempatan ASN sesuai potensi dan kebutuhan organisasi," kata Yunita di Cibinong, Minggu.

Profiling 560 ASN Dilakukan Selama Lima Hari

Profiling dilakukan terhadap 560 pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor.

Kegiatan tersebut berlangsung pada 31 Agustus hingga 4 September 2026 di Laboratorium BKPSDM Kabupaten Bogor dengan fasilitasi Kantor Regional III BKN.

Menurut Yunita, profiling ASN menjadi salah satu instrumen penting untuk membangun basis data aparatur yang objektif dan akurat.

Data tersebut sekaligus diharapkan dapat mempercepat penerapan manajemen talenta di lingkungan Pemkab Bogor.

Melalui pemetaan tersebut, pemerintah daerah dapat mengidentifikasi talenta yang dimiliki masing-masing ASN. Dengan begitu, pengembangan karier maupun peningkatan kompetensi dapat dilakukan secara lebih terarah.

"Dengan adanya profiling ini, kami berharap talenta-talenta ASN dapat teridentifikasi dengan baik sehingga pengembangan karier dan peningkatan kompetensinya dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran," ujarnya.

Jadi Dasar Penempatan ASN Sesuai Kebutuhan Organisasi

Yunita menjelaskan, penerapan manajemen talenta diarahkan untuk mendorong pengelolaan ASN yang semakin profesional dan berbasis sistem merit.

Dalam proses tersebut, kompetensi setiap ASN menjadi salah satu pertimbangan, selain kebutuhan organisasi.

Dengan demikian, hasil profiling tidak hanya digunakan sebagai basis pengembangan individu ASN, tetapi juga dapat membantu pemerintah daerah dalam menempatkan sumber daya aparatur secara lebih tepat.

Pemetaan potensi dan kompetensi juga diharapkan membuat pengembangan pegawai lebih terarah berdasarkan kemampuan serta kebutuhan organisasi.

Pemkab Bogor Dorong ASN Berkontribusi Maksimal

Yunita menyebut kualitas aparatur menjadi salah satu faktor penting dalam menjalankan roda pemerintahan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

"ASN adalah salah satu kekuatan utama dalam menjalankan pemerintahan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, penting bagi kita untuk memastikan setiap ASN dapat berkembang sesuai potensi dan kompetensinya serta memberikan kontribusi terbaik bagi organisasi," kata Yunita.

Pemkab Bogor berharap hasil Profiling ASN Tahun 2026 semakin memperkuat implementasi manajemen talenta di lingkungan pemerintah daerah.

Dengan basis data yang objektif, profesional, transparan, dan berbasis data, pengelolaan aparatur diharapkan dapat dilakukan secara lebih efektif sekaligus mendukung kebutuhan organisasi dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat.***


Editor : JakaPermana