Pemkab Cianjur Jamin Semua Jembatan Rampung Akhir Tahun Ini

Pemkab Cianjur menjanjikan pengerjaan jembatan yang rusak ataupun jembatan baru akan rampung semuanya di akhir tahun 2022.

Pemkab Cianjur Jamin Semua Jembatan Rampung Akhir Tahun Ini
Pemkab Cianjur menargetkan perbaikan jembatan rusak dan pembangunan jembatan baru rampung akhir tahun 2022.

 

iNILAHKORAN, Cianjur - Pemkab Cianjur menargetkan pembangunan jembatan rusak dan jembatan baru yang tersebar di sejumlah kecamatan di Cianjur pada akhir tahun 2022.

Bupati Cianjur Herman Suherman mengatakan, untuk pembangunan kembali jembatan gantung yang putus, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sehingga dalam waktu dekat akan dilakukan pembangunan.

"Sedangkan untuk pembangunan jembatan baru, sebagai penghubung antarkampung dan desa di sejumlah kecamatan, kita targetkan hingga akhir tahun 2022, sudah selesai dibangun, dimana 17 jembatan yang tersebar di Cianjur utara hingga selatan, sudah menjadi prioritas," katanya seperti dikutip dari Antara, Selasa 25 Januari 2022.

Baca Juga: DLH Cianjur Merencanakan Pembangunan TPSA Cikalongkulon di 2023

Ia menjelaskan, untuk pembangunan jembatan permanen di beberapa kecamatan di utara dan selatan, tutur dia, sudah dianggarkan, namun masih menunggu skala prioritas karena ditakutkan kembali dipotong untuk penanganan pandemi yang masih terjadi.

"Kita upayakan tidak lagi terhambat pembangunan jembatan permanen di sejumlah titik, sebagai upaya meningkatkan kembali aktifitas terutama perekonomian," katanya.

Sementara puluhan siswa SD di Kecamatan Naringgul, Cianjur, terpaksa menyeberangi jembatan bambu yang sudah lapuk untuk pergi dan pulang sekolah, bahkan mereka tetap memaksakan diri meski landasan jembatan tertutup air akibat sungai meluap.

Baca Juga: Pemkab Cianjur Sulap Eks Bioskop Jadi Pemasaran Produk UMKM

Jembatan bambu sepanjang 15 meter dengan ketinggian 7 meter itu, membentang di atas Sungai Cikondang yang merupakan batas antar Desa Wangunjaya dan Desa Malati.  "Ini sudah berlangsung sejak belasan tahun terakhir, sehingga kami berharap jembatan segera dibangun," kata Kepala Desa Malati Ceceng Rustiawan.

Ia menjelaskan, sejak tahun 2018, pihaknya sudah mengajukan pembangunan jembatan ke dinas terkait di Pemkab Cianjur, namun hingga saat ini, belum mendapat jawaban, sehingga pihaknya bersama warga hanya bisa melakukan perbaikan landasan dengan bambu yang baru.

"Selama ini jembatan tersebut, merupakan akses utama warga saat berkegiatan terutama aktifitas ekonomi untuk menjual hasil bumi ke kota kecamatan atau ke Cianjur. Harapan kami tahun ini, mendapat pembangunan karena desa tetangga sudah dibangun jembatan tahun lalu," katanya. (***)

 


Editor : inilahkoran