Pemkot Ajak PKL Masuk Pasar Jambu Dua dan Gembrong, Ada Program Khusus

Pemkot Bogor mengajak para PKL untuk berdagang di Pasar Gembrong Sukasari maupun Jambu Dua yang sudah cukup representatif bangunannya. 

Pemkot Ajak PKL Masuk Pasar Jambu Dua dan Gembrong, Ada Program Khusus
Wakil Wali Kota Bogor saat diwawancarai awak media di lantai dua Pasar Jambu Dua, Kecamatan Tanah Sareal, Kamis (2/7/2026). (rizki mauludi)

INILAHKORAN.ID - Pemkot Bogor mengajak para PKL untuk berdagang di Pasar Gembrong Sukasari maupun Jambu Dua yang sudah cukup representatif bangunannya. 

Sebagai penarik minat, Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) dan pihak ketiga pembangun pasar mempunyai program khusus untuk PKL yang mau masuk dan berdagang di dalam pasar.

"Saya rasa di Pasar Jambu Dua dan Sukasari sudah cukup representatif, apalagi dengan harga yang terjangkau. Di 3 bulan pertama gratis untuk bisa mengisi untuk pedagang basah," kata Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin di depan Pasar Jambu Dua, Kecamatan Tanah Sareal, Kamis (2/7/2026). 

Jenal memaparkan, untuk PKL kulineran sudah ada tempat khusus di Pasar Jambu Dua lantai dua. Dikarenakan masih relatif baru, perlu ada perbaikan untuk kenyamanan. 

"Memang sedikit agak panas ya atau gerah, ketika para pengunjung  kulineran dan ingin bersantai sambil menikmati istirahatnya. Seharusnya memang ditambah beberapa blower, termasuk meja makan dan kursi ya. Ini memang sedang dipersiapkan dan sedang di-order oleh pihak ketiga pengadaan blower, kursi, dan meja," paparnya. 

Jenal menjelaskan, dirinya berpesan dipisahkan area smoking khusus, sehingga anak-anak yang bersama keluarga tidak terganggu oleh asap rokok. 

"Boleh tetap ada, tapi dipisahkan. Ada ruang khusus merokok dan di perda masih boleh ada ruang khusus merokok selama tidak bercampur dengan ruang yang no smoking," jelasnya.

Jenal menambahkan, konsep di lantai dua it u sekarang menjadi sebuah pusat kuliner Kota Bogor yang ramah berbagai macam untuk kalangan masyarakat. Layanan di situ relatif ramah untuk anak, ramah untuk disabilitas, ramah untuk orang tua, dan para penikmat ataupun pencinta kulineran Bogor. 

"Cukup banyak pengunjung luar kota yang datang ke Bogor dan Jambu Dua menjadi alternatif. Tinggal tadi penambahan fasilitas yang harus dilengkapi karena konsekuensinya ketika ramai, tentu harus nyaman, harus menarik dan tadi ramah terhadap semua kalangan masyarakat," tambah Jenal. 

Dia menyebut bagian selasar, los dan kios di lantai dua semuanya sudah terisi penuh. Meski sudah disewa dan dibayar, namun pemiliknya belum mengisi. Untuk itu, hal tersebut akan dievaluasi.

"Saya ingatkan tadi ke pihak ketiga untuk segera berikan deadline waktu ke penyewa yang belum mengisi kiosnya, karena yang berminat banyak," terangnya.

Foto : Wakil Wali Kota Bogor saat diwawancarai awak media di lantai dua Pasar Jambu Dua, Kecamatan Tanah Sareal, Kamis (2/7/2026). 

INILAHKORAN.ID - Pemkot Bogor mengajak para (PKL) untuk berdagang di Pasar Gembrong Sukasari maupun Jambu Dua yang sudah cukup representatif bangunannya. 

Sebagai penarik minat, Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) dan pihak ketiga pembangun pasar mempunyai program khusus untuk PKL yang mau masuk dan berdagang di dalam pasar.

"Saya rasa di Pasar Jambu Dua dan Sukasari sudah cukup representatif, apalagi dengan harga yang terjangkau. Di 3 bulan pertama gratis untuk bisa mengisi untuk pedagang basah," kata Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin di depan Pasar Jambu Dua, Kecamatan Tanah Sareal, Kamis (2/7/2026). 

Jenal memaparkan, untuk PKL kulineran sudah ada tempat khusus di Pasar Jambu Dua lantai dua. Dikarenakan masih relatif baru, perlu ada perbaikan untuk kenyamanan. 

"Memang sedikit agak panas ya atau gerah, ketika para pengunjung  kulineran dan ingin bersantai sambil menikmati istirahatnya. Seharusnya memang ditambah beberapa blower, termasuk meja makan dan kursi ya. Ini memang sedang dipersiapkan dan sedang di-order oleh pihak ketiga pengadaan blower, kursi, dan meja," paparnya. 

Jenal menjelaskan, dirinya berpesan dipisahkan area smoking khusus, sehingga anak-anak yang bersama keluarga tidak terganggu oleh asap rokok. 

"Boleh tetap ada, tapi dipisahkan. Ada ruang khusus merokok dan di perda masih boleh ada ruang khusus merokok selama tidak bercampur dengan ruang yang no smoking," jelasnya.

Jenal menambahkan, konsep di lantai dua it u sekarang menjadi sebuah pusat kuliner Kota Bogor yang ramah berbagai macam untuk kalangan masyarakat. Layanan di situ relatif ramah untuk anak, ramah untuk disabilitas, ramah untuk orang tua, dan para penikmat ataupun pencinta kulineran Bogor. 

"Cukup banyak pengunjung luar kota yang datang ke Bogor dan Jambu Dua menjadi alternatif. Tinggal tadi penambahan fasilitas yang harus dilengkapi karena konsekuensinya ketika ramai, tentu harus nyaman, harus menarik dan tadi ramah terhadap semua kalangan masyarakat," tambah Jenal. 

Dia menyebut bagian selasar, los dan kios di lantai dua semuanya sudah terisi penuh. Meski sudah disewa dan dibayar, namun pemiliknya belum mengisi. Untuk itu, hal tersebut akan dievaluasi.

"Saya ingatkan tadi ke pihak ketiga untuk segera berikan deadline waktu ke penyewa yang belum mengisi kiosnya, karena yang berminat banyak," terangnya.


Editor : Doni Ramdhani