Pemprov Jabar Bongkar Bangunan Liar dan PKL Kiaracondong, 800 Kios BTM Disiapkan

Penataan ruang publik di Kota Bandung kembali dilakukan. Pemprov Jabar bersama Pemkot Bandung menertibkan bangunan liar dan PKL di kawasan Kiaracondong.

Pemprov Jabar Bongkar Bangunan Liar dan PKL Kiaracondong, 800 Kios BTM Disiapkan
Sekda Jabar Herman Suryatman mengatakan, langkah penertiban merupakan arahan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi agar ruang publik kembali sesuai dengan fungsi awalnya. (istimewa)

INILAHKORAN.ID - Penataan ruang publik di Kota Bandung kembali dilakukan. Pemprov Jabar bersama Pemkot Bandung menertibkan bangunan liar dan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Kiaracondong, Senin (10/8/2026).

Penertiban yang berlangsung dari kawasan perempatan Cicadas hingga sekitar Puskesmas Kiaracondong tersebut menjadi bagian dari upaya mengembalikan fungsi jalan dan trotoar, yang selama ini digunakan untuk aktivitas perdagangan.

Sekda Jabar Herman Suryatman mengatakan, langkah penertiban merupakan arahan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi agar ruang publik kembali sesuai dengan fungsi awalnya.

“Rumija (ruang milik jalan) harus dikembalikan ke fungsinya. Jalan untuk transportasi, kemudian trotoar untuk pejalan kaki,” ujar Herman.

Herman menyebut, pemerintah tidak hanya melakukan penertiban, tetapi juga menyiapkan solusi bagi masyarakat yang terdampak. Menurutnya, pendekatan yang dilakukan tetap mengedepankan sisi kemanusiaan karena banyak pedagang menggantungkan penghasilan dari lokasi tersebut.

“Tentu ada dampak, salah satunya bagaimana nasib saudara-saudara kita yang berjualan, yang selama ini berjualannya di bahu jalan, berjualannya di trotoar. Hari ini kita tertibkan,” ucapnya.

Sebagai langkah penanganan, Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung telah menyiapkan lokasi relokasi bagi pedagang, salah satunya melalui Pasar Bandung Trade Mall (BTM). Pemerintah memastikan ruang usaha yang tersedia jauh lebih banyak dibandingkan jumlah pedagang yang terdampak penertiban.

Herman mengungkapkan, terdapat sekitar 800 kios di Pasar BTM yang dapat digunakan oleh para pedagang. Sementara hasil pendataan menunjukkan jumlah PKL yang ditertibkan di kawasan Kiaracondong berada di kisaran 150 orang.

“Di Pasar BTM ada 800 ruang untuk 800 para pedagang. Yang kita tertibkan 100-an lebih. Jadi, bukan tanpa solusi, kami siapkan solusinya,” katanya.

Meski demikian, Herman mengakui lokasi kios yang disediakan berada di bagian belakang area pasar. Pemerintah pun akan melakukan pembenahan agar kawasan tersebut lebih menarik dan mampu menjadi pusat aktivitas ekonomi baru bagi pedagang.

“Kita sedang ikhtiar dulu, bebenah dulu kios-kiosnya. Walaupun di belakang harus ada daya tarik, sehingga masyarakat, pengunjung bisa datang ke belakang,” tuturnya.

Guna memperlancar proses perpindahan, pemerintah memberikan kesempatan kepada pedagang menggunakan kios secara gratis selama tiga bulan. Kebijakan tersebut dapat dievaluasi kembali melalui koordinasi bersama Pemerintah Kota Bandung.

“Yang penting pindah dulu, kemudian berdaya. Kalau usahanya bagus, baru berpikir sewa dan lain sebagainya,” sambungnya.

Dia berharap, penataan kawasan Kiaracondong mampu menghadirkan ruang kota yang lebih tertib tanpa menghilangkan kesempatan masyarakat untuk tetap menjalankan usaha.

“Kita nyaman, warga yang lain juga nyaman. Bahkan kita mundur satu langkah, insyaallah,” tandasnya.


Editor : Doni Ramdhani