Pemkot Bandung Siap Operasikan Pusat Pengelolaan Sampah Terpadu Antapani
Tempat penampungan sementara (TPS) di Jalan Indramayu, Kelurahan Antapani Kidul, Kecamatan Antapani, Kota Bandung akan segera bertransformasi menjadi pusat pengelolaan sampah terpadu.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Tempat penampungan sementara (TPS) di Jalan Indramayu, Kelurahan Antapani Kidul, Kecamatan Antapani, kota bandung akan segera bertransformasi menjadi pusat pengelolaan sampah terpadu.
Dalam dua pekan mendatang, fasilitas tersebut ditargetkan mulai beroperasi penuh dengan dukungan teknologi insinerator berkapasitas 20 ton per hari.
“Awalnya, TPS ini hanya digunakan untuk penampungan dan pengangkutan sampah. Namun, insyaallah dalam dua minggu ke depan. Kami sudah siap mengoperasikan sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh,” kata Wali kota bandung, Muhammad Farhan, Kamis 19 Juni 2025.
Menurut ia, komponen utama yang akan segera dipasang adalah insinerator modern berkapasitas 20 ton per hari. Teknologi ini digunakan untuk memusnahkan sampah residu, yakni sampah yang tidak dapat didaur ulang atau dimanfaatkan kembali dengan tetap mengedepankan prinsip pemilahan awal.
"Sebelum masuk ke proses pembakaran, sampah akan melalui tahapan pemilahan berdasarkan jenisnya yaitu organik, anorganikdan B3. Pemilahannya dilakukan melalui sistem conveyor dan gearbox yang disiapkan di area drop zone," ucapnya.
Sambung ia, fasilitas tersebut juga dilengkapi dengan jembatan timbang di pintu masuk utama sebagai titik awal pengendalian jumlah dan jenis sampah yang masuk. Area sekitar TPS telah dibersihkan dan disiapkan untuk pemasangan sarana tambahan.
"Sampah organik yang masih memiliki potensi, akan disalurkan ke rumah maggot di RW 14 untuk diolah lebih lanjut. Sedangkan sampah anorganik seperti plastik dan kardus akan dipisahkan untuk didaur ulang," ujar dia.
Farhan menambahkan, pusat pengelolaan sampah ini dirancang untuk melayani 26 RW di Kecamatan Antapani yang mencakup mayoritas wilayah di Kelurahan Antapani Kidul dan Antapani Tengah serta satu RW tambahan dari wilayah sekitar yang berpartisipasi dalam program ini.
“Dengan sistem terpadu ini, sampah dari 26 RW akan dipilah, dikelola dan sebagian dimusnahkan menggunakan insinerator. Langkah ini merupakan bagian dari upaya kami untuk mengatasi permasalahan sampah secara berkelanjutan dan ramah lingkungan," tandasnya. *
Editor : Ahmad Sayuti


