Pemkot Bandung Siapkan Nikah Massal September 2026, Dapat KK dan KTP Baru

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kembali menyiapkan program nikah massal bagi warga Kota Bandung pada September 2026.

Pemkot Bandung Siapkan Nikah Massal September 2026, Dapat KK dan KTP Baru
ilustrasi/net

INILAHKORAN.ID-Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kembali menyiapkan program nikah massal bagi warga Kota Bandung pada September 2026.

Program tersebut tidak hanya menyediakan fasilitas prosesi pernikahan. Peserta juga akan mendapatkan dokumen kependudukan baru berupa Kartu Keluarga (KK) dan KTP, bahkan berpeluang memperoleh fasilitas bulan madu gratis di hotel berbintang.

Kepala DPMPTSP Kota Bandung, Eric Mohamad Atthauriq mengatakan, nikah massal merupakan bagian dari upaya Pemkot Bandung mengoptimalkan fungsi Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bandung.

"Kegiatan nikah massal itu sebetulnya adalah sebuah ide, atau gagasan awal dalam rangka mengoptimalkan fungsi dan peran mal pelayanan publik di Kota Bandung," kata Eric, Sabtu (22/8/2026).

Menurut Eric, MPP Kota Bandung saat ini memiliki 32 tenant dengan 314 jenis layanan, termasuk layanan KUA, Disdukcapil dan pengadilan.

Pemkot Bandung sebelumnya juga telah menyediakan balai nikah di MPP. Fasilitas tersebut dapat digunakan masyarakat muslim untuk melaksanakan akad nikah, sementara masyarakat nonmuslim dapat memanfaatkannya untuk pencatatan sipil.

"Kalau muslim akad nikahnya di balai nikah, sekaligus resepsi kecil-kecilan. Sedangkan non muslim untuk pencatatan sipil," ujarnya.

Nikah Massal Digelar September

Eric menjelaskan, program nikah massal tahun ini digelar dalam rangka Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-216, sekaligus memperingati ulang tahun MPP yang berlangsung pada Agustus.

Pelaksanaan nikah massal direncanakan berlangsung pada September 2026 dengan kuota awal sebanyak 10 pasangan warga Kota Bandung.

Pendaftaran peserta nantinya dilakukan secara daring. Sementara kriteria peserta masih dalam tahap pembahasan, termasuk kemungkinan memprioritaskan penyandang disabilitas, masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), atau dibuka untuk masyarakat umum.

"Pemkot Bandung sementara menyiapkan kuota sebanyak 10 pasangan warga Kota Bandung," katanya.

Dapat KK dan KTP Baru

Menariknya, fasilitas yang diberikan tidak berhenti pada prosesi pernikahan. Peserta juga akan memperoleh layanan administrasi kependudukan setelah resmi menikah.

Fasilitas tersebut mencakup tempat pernikahan, layanan KUA, buku nikah, serta penerbitan KK dan KTP baru.

Dengan layanan tersebut, pasangan peserta dapat langsung mengurus perubahan data kependudukan setelah pernikahan tanpa harus mengurusnya secara terpisah.

"Kita juga berkolaborasi dengan Baznas dan pelaku usaha katering. Ini bentuk kolaborasi untuk mengoptimalkan fungsi pelayanan publik," tutur Eric.

Peserta Berpeluang Dapat Bulan Madu Gratis

Pemkot Bandung juga menggandeng Riung Priangan, asosiasi perhotelan di Kota Bandung, untuk memberikan fasilitas bulan madu bagi pasangan peserta.

Setiap pasangan diupayakan mendapatkan satu kamar hotel berbintang di Kota Bandung.

"Khusus nikah massal di tempat kami, kita bekerja sama dengan Riung Priangan, asosiasi perhotelan di Kota Bandung. Mereka menyiapkan satu kamar untuk satu pasangan berbulan madu di hotel berbintang di Kota Bandung," jelasnya.

Eric menyebut fasilitas bulan madu tersebut masih disesuaikan dengan kapasitas hotel yang tersedia. Pemkot Bandung menargetkan seluruh 10 pasangan dapat memperoleh fasilitas tersebut.

Menariknya, seluruh fasilitas dalam program nikah massal tersebut ditargetkan diberikan secara gratis, mulai dari prosesi pernikahan hingga dokumen kependudukan.

"Fasilitasnya gratis mulai dari pernikahan, tempat, KUA, dokumen KTP dan KK baru, honeymoon dan mudah-mudahan sampai maharnya," tandas Eric.***


Editor : JakaPermana