Pemkot Bandung Tata Ulang Puluhan PKL Dalem Kaum 

Ketua Satuan Tugas Khusus (Satgasus) pedagang kaki lima (PKL) Kota Bandung Ema Sumarna mengatakan, perlu adanya integrasi antar organisasi perangkat daerah (OPD) dan kewilayahan dalam upaya menertibkan PKL. 

Pemkot Bandung Tata Ulang Puluhan PKL Dalem Kaum 
Ketua Satuan Tugas Khusus (Satgasus) pedagang kaki lima (PKL) Kota Bandung Ema Sumarna mengatakan, perlu adanya integrasi antar organisasi perangkat daerah (OPD) dan kewilayahan dalam upaya menertibkan PKL. /Humas Pemkot Bandung
INILAHKORAN, Bandung - Ketua Satuan Tugas Khusus (Satgasus) pedagang kaki lima (PKL) Kota Bandung Ema Sumarna mengatakan, perlu adanya integrasi antar organisasi perangkat daerah (OPD) dan kewilayahan dalam upaya menertibkan PKL
"Jadi, jangan sampai ada lagi alasan PKL tidak tahu kalau tempat mereka berjualan itu zona merah. Semua harus jelas penegasan, dan penjelasan saat sosialisasi dilakukan," kata Ema Sumarna di Balai Kota Bandung, Jumat 2 September 2022.
Dikemukakan Ema Sumarna, pihaknya akan menertibkan PKL yang tersebar di 13 kecamatan dengan 54 titik. Dalam hal ini, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) akan menjadi OPD yang melakukan penertiban terhitung pertengahan September ini. 
Kepala Satpol PP Kota Bandung Rasdian Setiadi mengatakan, dalam program jangka pendek. Pihaknya akan melakukan pengawasan, pengendalian dan penertiban PKL di 55 titik yang tersebar se-Kota Bandung. 
"Jadi sesuai Perda Nomor 4 Tahun 2011 tentang penataan dan penertiban PKL. Memang wilayah Dalem Kaum adalah kawasan zona merah yang tidak boleh ada PKL. Maka dari itu kita akan lakukan tindakan," kata Rasdian Setiadi. 
Rasdian Setiadi menyebut, Satpol PP Kota Bandung akan menertibkan puluhan PKL yang ada di kawasan Dalem Kaum, dan Kepatihan dengan memindahkan ke tempat yang bebas dari zona merah PKL. Salah satunya di basement Alun-alun. 
"Jadi, di sini itu ada 61 PKL dengan variasi jualannya kebanyakan di aksesoris. Nah nanti itu akan digeser ke basement Alun-alun. Termasuk PKL yang ada di Kepatihan kita arahkan ke basement Kings. Dari dulu kan tempat ini menjadi opsi," ucapnya. 
Menurut nformasi terbaru, basement alun-alun ke depan akan dilakukan revitalisasi menggandeng OPD lain seperti Dinas Cipta Karya, Bina Marga dan Tata Ruang (Cipta Bintar) dan pihak swasta mendenah ulang agar PKL betah dan tidak kembali berjualan di zona merah. 
"Laporan dari Kadis Cipta Bintar, nanti Oktober akan di desain ulang basement alun-alun itu seperti apa tenantnya, tendanya. Sehingga nanti kita melaksanakan penertiban itu ada solusinya. Untuk titik PKL lainnya, kita siap bekerjasama dengan tim Satgasus PKL," ujar dia. *** (yogo triastopo) 


Editor : JakaPermana