Pemkot Bogor Melantik Pengurus Forum Anak, Berharap Tekan Bullying Hingga Pinjol

Pemkot Bogor resmi melantik pengurus baru Forum Anak Kota Bogor periode 2026–2028 di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Kecamatan Bogor Tengah.

Pemkot Bogor Melantik Pengurus Forum Anak, Berharap Tekan Bullying Hingga Pinjol
Pemkot Bogor resmi melantik pengurus baru Forum Anak Kota Bogor periode 2026–2028 di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Kecamatan Bogor Tengah pada Jumat 27 Februari 2026./INILAHKORAN-Rizki Mauludi

INILAHKORAN.IDPemkot Bogor resmi melantik pengurus baru Forum Anak Kota Bogor periode 2026–2028 di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Kecamatan Bogor Tengah pada Jumat 27 Februari 2026.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengapresiasi kontribusi pengurus periode sebelumnya, namun mengingatkan bahwa tantangan ke depan akan jauh lebih berat.

Dedie menyoroti maraknya persoalan sosial di kalangan pelajar, khususnya praktik bullying yang berujung pada pemalakan dan penggunaan uang untuk judi online (judol) maupun pinjaman online (Pinjol) ilegal.

"Saya baru mendapat laporan tentang bullying, di mana senior memalak adik tingkatnya, lalu uangnya digunakan untuk judol dan pijol. Ini harus menjadi perhatian serius," tegas Dedie. 

Dedie meminta, Forum Anak tidak hanya menjadi organisasi seremonial, tetapi mampu melahirkan gagasan konkret untuk menekan berbagai persoalan sosial di lingkungan anak dan remaja.

"Kalian harus punya inspirasi bagaimana kita bisa menekan angka judol, pijol, bullying, pornografi, dan narkoba di lingkungan kalian," tegas Dedie.

Dedie menjelaskan, selain isu sosial, diingatkan generasi muda untuk bersiap menghadapi tantangan global seperti krisis energi, gejolak geopolitik, hingga bencana iklim. Ia menilai anak-anak Bogor harus mulai mengarahkan minat pada bidang sains dan teknologi, termasuk energi baru terbarukan.

"Indonesia memiliki potensi besar dari sumber energi matahari dan air, sehingga dibutuhkan inovator muda yang mampu menciptakan solusi masa depan. Saya ingin anak-anak Forum Anak Bogor mulai mengalihkan fokus ke hal-hal yang lebih besar seperti teknologi semikonduktor, robotik, dan sains," jelasnya.

Dedie menegaskan, pentingnya membangun karakter kemandirian sejak dini.  Seperti pengalamannya di Jepang, di mana anak usia 5–6 tahun sudah terbiasa berangkat dan pulang sekolah sendiri menggunakan transportasi umum.

"Di Indonesia, kadang orang tua terlalu overprotective. Ini bisa membahayakan karakter kemandirian bangsa. Meski begitu saya optimistis pengurus Forum Anak Kota Bogor periode 2026–2028 mampu menjadi bagian dari generasi emas Indonesia 2045. Saya berharap dari Kota Bogor akan lahir pemimpin-pemimpin masa depan yang tangguh dan visioner. Mulai hari ini kalian harus sudah memikirkan visi masa depan. Kalian adalah calon pemimpin Indonesia," pungkasnya.***


Editor : JakaPermana