Pemprov Jabar Antisipasi Kenaikan Harga Ayam dan Telur, Kendalikan Inflasi

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Jabar Herman Suryatman menuturkan, saat ini kebutuhan telur dan ayam tengah meningkat, seiring adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pemprov Jabar Antisipasi Kenaikan Harga Ayam dan Telur, Kendalikan Inflasi
Sekda Jabar Herman Suryatman

INILAHKORAN, Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah mengantisipasi kenaikan harga komoditas ayam dan telur.

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Jabar Herman Suryatman menuturkan, saat ini kebutuhan telur dan ayam tengah meningkat, seiring adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Di mana pada 2025 ini kata Sekda Herman, ada 2.131 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi di Jabar.

Sisi lain, ketersediaan dua komoditas tersebut belum mampu mengimbangi permintaan dari masyarakat.

Belum lagi di 2026 lanjut dia, ada rencana penambahan SPPG. Sehingga total di Jabar kelak sekitar 4.600 SPPG.

"Makanya, kami sedang mengantisipasi nih agar (harga) telur dan ayam terkendali, karena punya potensi inflasi," ujar Sekda Herman di Kota Bandung, Selasa 11 November 2025.

Sejauh ini kata Sekda Herman, inflasi di Jabar masih terkendali di angka 2,63 persen. Sebab itu, harga komoditas bahan pokok masih terjangkau.

"Kalau harga terjangkau, pasti daya belinya naik. Makanya kami jaga tingkat konsumsi dan itu berdampak juga terhadap pertumbuhan ekonomi," ucapnya.

Dia berharap, melalui sejumlah upaya yang dilakukan, inflasi di Jabar dapat tetap terjaga, sekaligus menekan angka kemiskinan.

"Dan kuncinya, pengendalian inflasi dan inflasi sampai sekarang relatif terkendali di 2,63 persen," tandasnya. 


Editor : Ahmad Sayuti