Pemprov Jabar Kembangkan 3 Skema Kurangi Sampah di TPPAS Sarimukti
Kapasitas TPPAS Regional Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat tidak cepat penuh oleh sampah, Pemprov Jabar mengembangkan tiga skema untuk menguranginya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman mengungkapkan, guna memastikan agar kapasitas TPPAS Regional Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat tidak cepat penuh oleh sampah, pihaknya mengembangkan tiga skema untuk menguranginya.
Antaranya kata Herman, dengan melakukan sanitary landfill atau pemadatan sampah dengan ditimbun di cekungan TPPAS Regional Sarimukti.
Kemudian adalah dengan mengubah sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF), atau bahan bakar seperti batubara untuk industri semen dan pembangkit listrik.
"Selain sanitary landfill, kami juga mengembangkan teknologi RDF. Jadi sampah lama diolah, per hari kami bisa mengolah 80 ton. Jadi provinsi sendiri habis-habisan, untuk memastikan pengolahan sampah di hilir itu optimal," kata Herman, Kamis 5 Februari 2026.
Bahkan Pemprov Jabar kata dia, akan membangun kesepakatan dengan pengembang yang berfokus pada RDF, agar produksi dapat meningkat sehingga sampah di TPPAS Regional Sarimukti turut berkurang.
"Mudah-mudahan nanti bisa di atas 100 ton per hari, kita bisa memanfaatkan sampah di Sarimukti menjadi RDF," ucapnya.
Terakhir kata Herman, adalah landfill mining sebagai diversifikasi teknologi, dalam mengurangi jumlah sampah di TPPAS Sarimukti.
"Sehingga usia pakai Sarimukti bisa kami jaga, dengan harapan Legoknangka selesai, Sarimukti tutup. Jangan sampai Sarimukti tutup sebelum Legoknangka selesai," tandasnya. ***
Editor : JakaPermana

