Pemprov Jabar Pantau Evakuasi WNI dari Timur Tengah, 15 Warga Sudah Pulang
Pemprov Jabar terus memantau perkembangan pemulangan WNI dari Timur Tengah ke tanah air
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus memonitor perkembangan proses pemulangan Warga Negara Indonesia (WNI) dari kawasan konflik di Timur Tengah. Hingga saat ini, sebagian warga telah berhasil dipulangkan ke Indonesia, termasuk warga asal Jawa Barat yang ikut dalam gelombang evakuasi.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Barat, Mas Adi Komar mengungkapkan, dari total 34 WNI yang sudah tiba kembali di Indonesia, sebanyak 15 orang tercatat berasal dari Jawa Barat.
"Update sementara dari 34 WNI yang sudah pulang ke Indonesia, 15 di antaranya adalah warga Jawa Barat. Kalau teknis kepulangan, itu domain pemerintah pusat melalui kementerian terkait," ujar Adi, Sabtu 14 Maret 2026.
Ia menjelaskan, para warga tersebut dipulangkan dalam dua kloter berbeda. Namun hingga kini, pemerintah daerah belum merinci asal daerah kabupaten atau kota dari warga Jawa Barat yang telah kembali tersebut.
Sisi lain, masih terdapat puluhan warga Jawa Barat yang hingga kini menunggu proses evakuasi dari wilayah terdampak konflik. Pemerintah daerah mencatat setidaknya 80 warga telah menjalin komunikasi dengan Pemprov Jabar melalui layanan hotline khusus.
Melalui mekanisme tersebut, pemerintah melakukan pendataan serta memastikan lokasi keberadaan warga yang berada di area konflik.
"Yang sudah mengakses ke hotline Jabar ada 80 orang yang terdata lengkap. Kami memberikan form untuk memastikan posisi mereka benar-benar berada di tempat yang merupakan zona perang," ucapnya.
Pemprov Jawa Barat saat ini terus menjalin koordinasi intensif dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia guna memantau perkembangan rencana evakuasi berikutnya.
Adi menambahkan, komunikasi dengan para warga yang masih berada di kawasan konflik tetap dilakukan melalui perwakilan diplomatik Indonesia di negara setempat.
Ia mengakui, proses pemulangan warga dari wilayah konflik tidak bisa dilakukan secara instan karena harus mengikuti prosedur keamanan dan kebijakan otoritas negara setempat.
Langkah tersebut penting untuk menjamin keselamatan warga selama perjalanan keluar dari zona konflik hingga tiba kembali di Indonesia.
"Warga yang 80-an ini tentu berharap segera dievakuasi. Namun, kita harus menunggu skema dari pemerintah pusat karena ini menyangkut keamanan lintas negara. Kedutaan besar di sana masih terus mengimbau warga agar tetap terkoneksi," katanya.
Sejumlah WNI yang masih menunggu evakuasi diketahui berada di beberapa negara di kawasan Timur Tengah yang terdampak eskalasi militer, termasuk di Iran. Pemerintah terus memantau situasi keamanan di kawasan tersebut sembari menyiapkan langkah lanjutan untuk proses pemulangan warga.
Editor : Ahmad Sayuti


