Pemprov Jabar Pastikan Penerima Manfaat Rusunawa Tepat Sasaran

Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan, penerima manfaat rusunawa atau apartemen transit bagi keluarga miskin ekstrem akan tepat sasaran.

Pemprov Jabar Pastikan Penerima Manfaat Rusunawa Tepat Sasaran
Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan, penerima manfaat rusunawa atau apartemen transit bagi keluarga miskin ekstrem akan tepat sasaran./Yuliantono

INILAHKORAN, Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan, penerima manfaat Rusunawa atau apartemen transit bagi keluarga miskin ekstrem akan tepat sasaran.

Dimana Pemprov Jabar melakukan pembahasan khusus dalam rapat pimpinan (Rapim), di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin 25 November 2024.

Terlebih bersama Jakarta, Jabar ditunjuk menjadi piloting project dalam pemberdayaan masyarakat homeless dan jobless atau miskin ekstrem.

"Barusan dibahas, kami mencari, mendata jangan sampai salah sasaran dan juga komitmen mereka seperti apa dan kami menyakinkan bahwa mereka tidak akan kembali lagi," ujar Bey Machmudin usai rapim.

Mereka yang menerima manfaat berupa tempat tinggal di Rusunawa tersebut lanjut dia, akan diberikan pelatihan supaya memiliki keterampilan sehingga mampu memenuhi kebutuhan harian.

"Tadi Pak Sekda (mengatakan) akan diberikan pelatihan, pengertian bagaimana tinggal di perumahan tersebut seperti apa karena kan harus ada keterampilan karena harus bayar listrik dan lainnya," ucapnya.

Terkait kesiapan Rusunawa tersebut, Bey Machmudin menerangkan sejauh ini sudah baik. Hanya saja diakuinya ada tantangan tersendiri, bagaimana Pemprov Jabar harus memastikan mereka selaku penerima manfaat dapat memiliki keterampilan untuk memenuhi ekonominya.

"Kesiapannya sih sudah, karena Jabar menjadi contoh dengan Jakarta. Jadi kalau berhasil, tentu baik. Tapi tantangannya, waktu yang sangat singkat ini Pak Sekda dan tim harus rapat mempersiapkan, baik secara keterampilan maupun sosial," imbuhnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar Herman Suryatman menambahkan, dua Rusunawa yang dibangun di Solokan Jeruk dan Rancaekek ini merupakan program pemerintah pusat melalui kementerian, dimana kelak akan dihibahkan ke Pemprov Jabar.

Masing-masing tower Rusunawa memiliki 58 unit, dengan fasilitas lengkap. Dimana kini dalam tahap penyelesaian. Targetnya dapat rampung di medio Desember 2024, sehingga bisa langsung ditempati di akhir tahun.

Masing-masing unit dalam tower ini lanjut Sekda Herman, diperuntukkan bagi masyarakat miskin ekstrem, yakni yang belum memiliki tempat tinggal dan pekerjaan tetap atau serabutan.

"Intinya yang bener-bener ekstrem di wilayah perkotaan. Kami sudah cek tiap tower itu, baru selesai pertengahan Desember. Full furniture, sangat representatif. Tipe 36, satu tower 58 unit," terang Sekda Herman.

Dalam tahap ini lanjut dia, akan diperuntukkan bagi 100 kepala keluarga (KK) miskin ekstrem.

"Jadi ada 116 unit. Sementara, KK ada 100. 16 (unit) untuk cadangan, rusunawanya. Tinggal nanti Pak Gub menyiapkan, karena transisi dari kementerian karena dihibahkan ke Pemprov Jabar," sambungnya.

Sebelumnya, Sekda Herman sempat meninjau proses pembangunan tower Rusunawa di Solokan Jeruk dan Rancaekek.

Diharapkan dua tower tersebut, sudah dapat dimanfaatkan oleh 116 kepala keluarga (KK), penerima manfaat program Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS).

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman menerangkan, setelah pembangunannya rampung, Rusunawa Rancaekek dan Solokan Jeruk ini akan dikelola oleh pemerintah provinsi melalui Disperkim.

"Kami sedang mempersiapkan skema program, terobosan lintas kementerian. Kemendagri, Kementerian Perumahan dan Permukiman dan Mensos, bersinergi dengan Pemprov Jabar juga dengan kabupaten/kota Bandung Raya. Yakni program penanganan PPKS, melalui fasilitas Rusunawa dan pemberdayaan ekonomi," ujar Sekda Herman usai meninjau Rusunawa Solokan Jeruk, Rabu 20 November 2024 lalu.

"Kami melakukan finalisasi data calon peserta program PPKS perkotaan. Ada dua tower, kapasitas (masing-masing tower) 58 unit dan saat ini finishing. In Syaa Allah Desember ini selesai dan diserahterimakan dari kementerian ke Pemprov," imbuhnya.

Dia melanjutkan, dengan adanya Rusunawa ini diharapkan masyarakat miskin ekstrem di wilayah perkotaan Bandung Raya dapat terbantu.

Terlebih biaya sewa yang akan dibebankan sangat murah, karena mendapat subsidi dari Pemprov Jabar.

"Mudah-mudahan bisa naik kelas. Keluar dari zona miskin ekstrem jadi keluarga mampu," harapnya.

Masing-masing unit lanjut Sekda Herman, berukuran tipe 36 yang sudah dilengkapi dengan perabotan. Sehingga, masyarakat yang terpilih dapat langsung menikmati.

Hanya saja Rusunawa ini sambung dia, bersifat sementara dan berlaku selama 6-12 bulan untuk masing-masing kepala keluarga.

"Mereka juga nanti akan mendapatkan pembinaan, pelatihan dan pendampingan," ucapnya.

Sementara Kepala Disperkim Jabar Indra Maha menambahkan, pihaknya siap mengelola hibah dua tower tersebut dalam rangka pengentasan kemiskinan di Jabar, khususnya Bandung Raya.

"Kami rutin melakukan pembinaan, dengan adanya program ini akan kita tingkatkan. Kolaborasi bersama perusahaan melalui CSR, supaya kemampuan (masyarakat) meningkat," terangnya.***


Editor : JakaPermana