Pemprov Jabar Usul Rumah Bersubsidi KPR Sejahtera FLPP Lebih Variatif

Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengusulkan kepada Kementerian Perumahan dan Permukiman (PKP), agar rumah subsidi program KPR Sejahtera FLPP yang dibangun di Jabar dapat lebih variatif.

Pemprov Jabar Usul Rumah Bersubsidi KPR Sejahtera FLPP Lebih Variatif

INILAHKORAN, Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengusulkan kepada Kementerian Perumahan dan Permukiman (PKP), agar rumah subsidi program KPR Sejahtera FLPP yang dibangun di Jabar dapat lebih variatif.

Sekda Herman mengatakan, saat ini harga jual rumah subsidi KPR Sejahtera FLPP di Jabar senilai Rp166 juta dengan ukuran rumah minimal 21 meter persegi dan tanah minimal 60 meter persegi.

Namun seiring banyaknya masukan, salah satunya dari ASN, karena program untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) ini juga menyasar kepada mereka, maka kata Sekda Herman, pihaknya mendorong agar rumah subsidi yang dibangun lebih bervariasi.

Terutama pada 20 ribu rumah yang sekarang kata dia, sudah mulai dibangun di 11 kabupaten/kota seperti Subang, Sumedang, Majalengka, Indramayu, Kota Bandung, Purwakarta, Bogor, Depok dan Cianjur.

"Karena kan PNS ada pertimbangan, ingin lebih dari itu ya. Aspirasi dari lapangan kami tangkap, mungkin ada skema tambahan. MBR ini bukan hanya yang Rp166 juta, bisa juga dibuka alternatif yang Rp200 juta, Rp300 juta. Kan MBR boleh dong, punya rumahnya lebih luas gitu. Tapi nanti diputuskannya oleh Pak Menteri (Maruarar Siarait)," ujar Sekda Herman.

Dia berharap, usulan ini dapat menjadi pertimbangan Menteri PKP Maruarar Sirait, agar memberikan opsi lebih luas kepada masyatakat dalam memiliki rumah di program KPR Sejahtera FLPP ini.

"Kami hanya mengusulkan berdasarkan aspirasi, agar serapannya optimal dan banyak warga Jawa Barat yang memiliki rumah. Yang minimalnya Rp166 juta, tetapi berikan ruang lah, walaupun ini MBR ya. Paling tidak di Rp200-an (juta), bahkan sampai Rp300 juta. Nanti kembali ke Pak Menteri," ucapnya.

Sisi lain, pihaknya mendorong kabupaten/kota untuk melakukan identifikasi dan pendataan bagi calon pembeli rumah subsidi KPR Sejahtera FLPP.

"Sehingga kami di provinsi dengan bjb bisa mengambil keputusan yang pas bersama Tapera," kata dia.

Seperti diketahui, Jabar mendapatkan kuota sekitar 105 ribu unit rumah KPR Sejahtera FLPP dari pemerintah pusat. Dimana untuk awal, 20 ribu rumah bakal digarap oleh Bank bjb. 

20 ribu rumah ini, sementara berfokus di 11 kabupaten/kota dan 16 daerah lainnya akan menyusul, dibangun berdasarkan usulan dari pemerintah daerah masing-masing. 

Harga Rp166 juta ini berlaku untuk wilayah Jabar kecuali Bogor, Depok dan Bekasi, karena batasan harga jualnya di angka Rp185 juta.

Uang muka rumah subsidi KPR Sejahtera FLPP ini sebesar 1 persen dari harga jual, bunga tetap 5 persen selama tenor dan jangka waktu bisa mencapai 20 tahun.

Batasan maksimal penghasilan keluarga untuk mengikuti program ini, sebesar Rp8 juta dan di wilayah Jabodetabek senilai Rp14 juta. Perumahan subsidi ini juga diproyeksikan dibangun di tengah kota, sebagai upaya mencegah kemacetan. (Yuliantono)


Editor : Ahmad Sayuti