Pemprov Prediksi Investasi di Jabar Terkatrol Hingga 8 Persen

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jabar Nining Yuliastiani memprediksi investasi di Jabar akan terkatrol hingga 7-8 persen.

Pemprov Prediksi Investasi di Jabar Terkatrol Hingga 8 Persen
"Kami memperkirakan investasi di Jabar akan meningkat sekitar 7–8 persen dibandingkan tahun 2024. Ini sejalan dengan target investasi sebesar Rp270 triliun yang telah kami tetapkan," ujar Nining usai acara BEJA Volume 15 di Aula Timur Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa 11 Februari 2025. (yuliantono)

INILAHKORAN, Bandung - Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jabar Nining Yuliastiani memprediksi investasi di Jabar akan terkatrol hingga 7-8 persen.

Sehingga, kata Nining, target realisasi investasi pada 2025 ini sebesar Rp270 triliun terbilang logis bila merujuk prediksi tersebut.

"Kami memperkirakan investasi di Jabar akan meningkat sekitar 7–8 persen dibandingkan tahun 2024. Ini sejalan dengan target investasi sebesar Rp270 triliun yang telah kami tetapkan," ujar Nining usai acara BEJA Volume 15 di Aula Timur Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa 11 Februari 2025.

Dia menjelaskan, ada beberapa faktor pendukung potensi meningkatnya realisasi investasi di Jabar pada 2025 ini.

Antaranya kondisi dalam negeri yang kondusif, seiring berakhirnya Pemilu yang berjalan lancar. Lalu dinamika ekonomi global yang berangsur membaik, meski belum ada kepastian di pasar keuangan.

Kemudian kegiatan ekonomi dan promosi investasi, yang dinilai turut membantu menarik minat investor masuk ke Jawa Barat.

"Secara keseluruhan, kami tetap konsisten dalam mendorong investasi, terutama di kawasan industri baru seperti Subang, Indramayu, Majalengka dan Cirebon," ucapnya.

"Kawasan ini menjadi kelanjutan dari industri yang sudah berkembang pesat di Karawang, Bekasi, dan Bogor, yang kini mulai mengalami keterbatasan lahan," imbuhnya.

Nining menilai, dengan strategi yang tepat pihaknya tetap optimistis Jabar masih menjadi tujuan investasi utama para investor di Indonesia, baik dari dalam maupun luar negeri.


Editor : Doni Ramdhani