Penanganan Pasien Keracunan Massal Gratis, Dirut RSUD Lembang: di Luar RS Daerah Tentunya Bayar

RSUD Lembang menggratiskan perawatan bagi para korban keracunan massal di Cijengkol Wnagunsari Lembang

Penanganan Pasien Keracunan Massal Gratis, Dirut RSUD Lembang: di Luar RS Daerah Tentunya Bayar
Direktur RSUD Lembang, Dr. A. Oktorudy

INILAHKORAN, Ngamprah - Sejumlah warga korban keracunan massal usai menyantap hidangan hajatan di Kampung Cijengkol, RW 05 Desa Wangunsari, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) kini mendapat penanganan di kamar rawat inap lantai I RSUD Lembang.

Kendati korban keracunan massal terus bertambah, namun sejumlah pasien yang sebelumnya dirujuk ke RSUD Lembang kondisi telah menunjukkan perkembangan positif.

"Sudah mulai membaik setelah diinfus agar tidak dehidrasi atau kekurangan cairan. Sekarang ada penambahan menjadi 9 orang," kata Direktur RSUD Lembang, Dr. A. Oktorudy saat ditemui, Selasa 28 Februari 2023.

Ia menuturkan, warga yang menjadi korban keracunan massal ini tidak datang sekaligus ke RSUD Lembang, melainkan bertahap.

"Datang dari posko daruratnya tidak sekaligus melainkan per orangan. Jadi, kemungkinan bakal terus nambah," tuturnya.

"Untuk stok cairan infus di RSUD Lembang aman dan semua pasien keracunan massal tidak dipungut biaya, serta mendapat penanganan yang sama," sambungnya.

Kendati demikian, kata dia, yang menjadi persoalannya itu pasien yang dirawat di sejumlah rumah sakit di Kota Bandung, seperti ke RS Salamun dan RS Advent lantaran permintaannya sendiri.

"Kalau di luar RSUD, tentunya mereka harus bayar," ucapnya.

Padahal, lanjut dia, di RSUD Lembang memiliki 102 tempat tidur. Bahkan, posisi ruangannya pun saat ini banyak yang kosong.

Selain itu, ada sembilan tempat tidur di ICU yang kalau kosong juga bisa dipergunakan.

"Saat ini masih bisa menampung, namun sekiranya lebih dari 100 kita bakal menyediakan bed dengan berkoordinasi dengan BPBD," ucapnya.

Disinggung terkait adanya tenaga kesehatan (nakes) dari RSUD Lembang yang turun di pos darurat, ia menyebut, tidak ada nakes dari RSUD Lembang yang berada di sana lantaran kewenangannya ada di Puskesmas Lembang.

"Kondisinya sudah membaik, namun belum bisa dipulangkan lantaran masih dehidrasi. Tapi, jika kondisinya rehidrasi dan normal bisa dipulangkan," paparnya.

Sementara itu, tambah dia, untuk sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan massal sudah dikirimkan ke laboratorium untuk diuji.

"Hasilnya kemungkinan 10 hari ke depan," tutupnya.

Kasus dugaan keracunan massal kembali terjadi di Kabupaten Bandung Barat (KBB), tepatnya di Kampung Cijengkol RW 05, Desa Wangunsari, Kecamatan Lembang, Bandung Barat.

Ratusan warga tersebut mengalami sejumlah gejala usai mengonsumsi makanan dalam acara hajatan sehari sebelumnya. *** (agus satia negara)


Editor : Ahmad Sayuti