Pencarian Bocah Dua Tahun yang Hanyut di Sungai Rancabali Dihentikan Sementara
Tim SAR gabungan akhirnya menghentikan pencarian bocah dua tahun bernama Nara Avrilla yang hanyut di Sungai Kecamatan Rancabali.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung- Tim SAR gabungan akhirnya menghentikan pencarian bocah dua tahun bernama Nara Avrilla yang hanyut di Sungai Kecamatan Rancabali.
Alasan Tim SAR gabungan menghentikan pencarian Nara Avrilla karena terhambat cuaca buruk.
Seperti diketahui, Nara Avrilla, bocah dua tahun warga Kampung Hanjaung, Desa Alamendah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, itu hanyut terbawa aliran selokan di belakang rumahnya, Sabtu 12 Maret 2022 lalu.
Baca Juga: Pemdes Rajamandala Kulon Diduga Lakukan Pungli, Begini Reaksi Pemda KBB
"Pencarian terus kami lakukan dengan menyusuri aliran Sungai. Namun sampai di aliran Sungai Cikabuyutan, pencarian terpaksa dihentikan sementara karena cuaca hujan deras, dan jika dipaksakan dapat membahayakan keselamatan tim. Besok pencarian akan kami lakukan kembali," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, Uka Suska Pujiana melalui ponselnya, Minggu 13 Maret 2022.
Dikatakan Uka, pencarian dengan menyusuri aliran sungai sejak dari wilayah Kecamatan Rancabali hingga ke aliran Sungai Cikabuyutan yang merupakan anak Sungai Ciwidey itu, sudah lebih dari lima kilometer.
Namun sayangnya, hingga saat ini, bocah perempuan yang merupakan anak dari pasangan Agus Rohman (42) dan Reni (34) belum menunjukan hasil. Hal ini dipengaruhi oleh besarnya debit air dialiran sungai.
Baca Juga: Persib Bandung vs Madura United: Rekor Pertemuan dan Link Live Streaming
"Dari kemarin atau sejak masuk laporan, malam itu juga langsung melakukan pencarian. Tim SAR gabungan yang termasuk dari BPBD di dalamnya bergerak menyusuri aliran sungai," ujarnya.
Hilangnya bocah perempuan ini, kata Uka, berawal saat balita tersebut sedang makan di rumahnya sekitar pukul setengah lima sore.
Saat itu, hujan besar, tiba-tiba pergi ke dapur rumahnya, kebetulan saat itu pintu dapur dalam kondisi terbuka.
“Di belakang rumahnya itu ada selokan dengan lebar tidak terlalu besar yah. Namun cukup dalam,” katanya.
Baca Juga: Tingkatkan Imun, Dedie A Rachim Doyan Laksa Bogor dan Doclang
Setelah beberapa saat, Agus Rohman atau ayah korban mencari anaknya ke dapur namun tidak ditemukan.
"Agus sempat mengira anaknya itu sembunyi, namun setelah dicari kemana-mana ternyata tidak ditemukan,” katanya.
Namun, Agus curiga anaknya jatuh ke selokan mengingat saat itu pintu dapur terbuka. Agus pun mencari selama sekitar setengah jam di sekitar aliran selokan, namun tak juga menemukannya.
Baca Juga: Untuk IKN, Jabar Sumbang Tanah dan Air Mengandung Sejarah dari 27 Kabupaten Kota
Warga sekitar pun membantu mencarinya, tetapi tidak ditemukan karena kondisi yang mulai gelap serta hujan.
Pencarian korban terus dilanjutkan hingga pukul sepuluh malam hingga sejauh satu kilometer dari lokasi awal, namun korban tidak berhasil ditemukan.
“Pencarian dilakukan oleh berbagai unsur, selain kami ada juga pihak desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan masyarakat sekitar, namun karena situasi yang sudah malam dan medannya gelap, makapencarian dilanjutkan besok. Dan sayangnya hingga hari ini belum ditemukan," katanya.***(rd dani r nugraha).
Editor : inilahkoran


