Pendaki Semelekete Bagikan Syal dan Tanam Pohon di Gunung Ciremai
Komunitas pehobi minat khusus, Pendaki Semelekete, melakukan pendakian ke Gunung Ciremai via Sadarehe, Sabtu-Minggu 17-18 Februari 2024.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Majalengka - Komunitas pehobi minat khusus, Pendaki Semelekete, melakukan pendakian ke Gunung Ciremai via Sadarehe, Sabtu-Minggu 17-18 Februari 2024.
Pendakian yang dilakukan Pendaki Semelekete tidak biasanya karena membawa misi melakukan edukasi dan penghijauan bertema ‘100 Syal Damai Hijaukan Bumi, Dimulai dari Gunung Ciremai’.
Menurut Ketua Tim Pendaki Semelekete, Sofyan Mulyana, awalnya pendakian yang dipilih adalah Gunung Lawu via Candi Cetho. Namun karena jalur pendakian tersebut masih ditutup, program pendakian dialihkan ke Gunung Ciremai via Sadarehe. Pilihan tersebut merupakan hasil diskusi dengan sejumlah pemangku kebijkan yang mendukung aksi Pendaki Semelekete.
Menurut Sofyan, selama ini komunitas Pendaki Semelekete hanya melakukan pendakian biasa, yakni naik gunung, kemping, dan turun gunung. Seiring waktu, akhir-akhir ini bumi mengalami pendidihan global.
“Kami sadar, panasnya bumi tersebut karena hutan yang semakin jarang akibat proses penebangan secara serampangan. Maka kami merasa perlu melakukan sesuatu dalam setiap pendakian. Kami memilih berbagi pengalaman tentang pendakian sambil menjaga kelestarian alam dan melakukan penghijauan,” kata Sofyan usai pendakian di Desa Payung, Raja Galuh, Majalengka, Minggu 18 Februari 2024.
Sofyan mengatakan, program Pendakian Gunung Ciremai via Sadarehe ini diikuti 12 anggota komunitas yaitu, Dery Fitriadi Ginanjar selaku koordinator komunitas, Hendar Suhendar, Arief Budiman Pamungkas, Siti Diniyah Trilaksana, Ryan Drajat Afriliyana, Asep Tatang, Rania Sri Budianita, Denny Heriyan, Mar’atus Sholihah, Nur Qherurofi, Habsy Yauma Fie Hapsari, dan Sofyan Mulyana. Pendakian mendapatkan dukungan penuh dari PT Migas Utama Jabar, Bank bjb Cabang Soreang, Bank BJB Syariah, dan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC).
“Alhamdulillah, pendakian berjalan lancar, meskipun di gunung kita dihantam badai. Tetapi program edukasi dan penanaman bibit berjalan maksimal,” jelasnya.
Sofyan menegaskan, program serupa akan dilaksanakan kembali di gunung-gunung lainnya di Indonesia. Rencananya, pada Mei 2024, program akan dilaksanakan di Gunung Slamet via Guci, kemudian Juli 2024 di Gunung Lawu via Candi Cetho. Pihaknya mengajak semua pihak untuk terlibat aktif dan mendukung program tersebut.
“Pada dasarnya, kami adalah komunitas yang bersifat inklusif. Siapapun bisa bergabung selama memiliki minat dan niat yang sama yaitu pendakian dibarengi misi penghijauan,” ucapnya. (*)
Editor : Ahmad Sayuti

