Pengamat: Jalan Tol Soreang-Ciwidey-Pangalengan Jangan Sampai Matikan Ekonomi Rakyat
Jamparing Institute mengapresiasi dan menyambut baik rencana pembangunan Jalan Tol Soreang-Ciwidey-Pangalengan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung- Pusat kajian kebijakan publik Jamparing Institute mengapresiasi dan menyambut baik rencana pembangunan Jalan Tol Soreang-Ciwidey-Pangalengan.
Namun demikian, terobosan dari Bupati Bandung Dadang Supriatna ini harus lebih dulu dikaji lebih dalam dan komprehensif.
Karena jika tidak malah merugikan masyarakat di daerah-daerah yang dilaluinya.
Baca Juga: ASN Kabupaten Bogor Diharapkan Beli Susu Sapi Murni dari Peternak Langsung
"Harus ada kajian mendalam, dari mulai payung hukum, kebutuhan dan ketersediaan lahan. Anggarannya, mulai dari pembebasan, pengerjaan, investor hingga analisa dampak lingkungan harus benar-benar dikaji secara komprehensif. Ini harus benar-benar dipikirkan dengan matang, apalagi itu kan kawasan resapan Bandung Selatan, jadi enggak boleh sembarangan," kata Direktur Jamparing Institute, Dadang Risdal Aziz, kepada INILAHKORAN, Minggu 10 April 2022.
Dadang juga mempertanyakan rencana tersebut sebagai upaya untuk meningkatkan perekonomian di daerah Kecamatan Pasirjambu, Ciwidey dan Rancabali (Pacira), Pangalengan serta daerah sekitarnya.
Ada hal negatif yang semestinya juga menjadi pertimbangan dari jalan tol itu sendiri. Jalan tol memang dapat mempersingkat mobilitas.
Baca Juga: Tegas! Ketua DPD PDIP Jabar Ono Surono Sejak Awal Tolak Masa Jabatan Presiden RI 3 Periode
Tapi di sisi lain,sepanjang tol yang dilalui perekonomian masyarakat jadi lesu. Kendaraan akan berada pada satu titik ke titik tertentu tanpa bisa berhenti di sepanjang jalan tol.
"Sehingga, warung kecil, rumah makan, dan usaha kecil lainya di jalan alteri akan terkena dampak negatif. Nah pertanyannya, apakah benar masyarakat Soreang, Pacira dan Pangalengan itu sangat membutuhkan jalan tol seperti ketika Bandung Selatan membutuhkan tol Soroja karena kemacetan yang luar biasa sepanjang Jalan Raya Kopo dan sekitarnya" ujarnya.
Dadang melanjutkan, ketimbang jalan tol, kata dia, masyarakat di Soreang, Pacira dan Pangalengan ini akan lebih membutuhkan jalan alteri.
Namun tentunya diperlukan pelebaran serta penataan infrastruktur pendukungnya.
"Saya kira masyarakat lebih membutuhkan jalan arteri, pelebaran jalan dan penataan infrastruktur pendukungnya. Jadi bukan jalan tol, nanti malah mematikan aktivitas perekonomian masyarakatnya," katanya.
Baca Juga: Spoiler Our Blues Episode 2 : Lee Young Ok Tolak Pengakuan Cinta Park Jung Joon?
Disinggung soal rencana pembangunan lima rumah sakit baru, Dadang menilai hal tersebut memang menjadi suatu kebutuhan masyarakat.
Kebutuhan sarana kesehatan yang memadai dan representatif ini juga harus diimbangi oleh ketersediaan tenaga medis, standar pelayanan yang lebih memihak kepada kepentingan pasien.
"Saya pikir itu juga perlu, tapi alangkah lebih baik jika diterapkan lebih dulu di rumah sakit yang sudah ada. Di rumah sakit daerah Otista misalnya, sampai hari ini belum tuntas 100 persen infrasruktur dan suprastrukturnya.
Diberitakan sebelumnya, Bupati Bandung Dadang Supriatna akan menghadiahi masyarakat Kabupaten Bandung berupa pembangunan Jalan Tol Soreang-Ciwidey-Pangalengan.
Baca Juga: Spoiler Our Blues Episode 2: Kebahagiaan Choi Han Soo Bertemu Jung Eun Hee dan Teman SMA Lainnya
Hal tersebut, diungkapkan Dadang saat menggelar Jumat Keliling (Jumling) di Mesjid Al-Islah, Komplek Soreang Indah, Desa Cincin, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Jumat 8 April 2022.
Dadang menyebutkan, dengan adanya jalan tol Soreang- Ciwidey- Pangalengan ini akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bandung. Terutama peningkatan bisnis di bidang industri, pariwisata dan pertanian.
Saat ini, kata Dadang, Kepala Dinas PUTR Kabupaten Bandung sudah melakukan berbagai pendekatan, pembicaraan serta koordinasi dengan pemerintah pusat melalui pihak-pihak Kementrian terkait sehingga dalam waktu dekat rencana tersebut akan segera diluncurkan.
"Saya menargetkan peluncuran jalan Tol Soreang Ciwidey Pangalengan ini akan dilaksanakan bertepatan dengan HUT Kabupaten Bandung ke 381," katanya.
Baca Juga: Dilabeli Sebagai Tokoh Disukai Publik Hasil Survei, Ini Tanggapan Ridwan Kamil
Tidak hanya pembangunan jalan tol, pada 2022 ini Kabupaten Bandung juga akan membangun dua rumah sakit, di Kecamatan Kertasari dan Cimaung. Pembangunan kedua rumah sakit ini merupakan realisasi dari rencana pembangunan lima rumah sakit dimasa pemerintahan Bupati Bandung Dadang Supriatna.
Saat ini, kata Dadang, untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi jutaan warga Kabupaten Bandung dibutuhkan 3.600 ruang rawat inap dan saat ini baru memiliki 1.500 ruang rawat inap baik yang dkelola oleh rumah sakit milik pemerintah maupun swasta.***(rd dani r nugraha).
Editor : inilahkoran


