Pengangguran Masih Tinggi, Yayan Fokus Pelatihan dan Ekspansi Kerja Internasional

Kadisnaker Kota Bandung Yayan A Brilyana memgaku tingat pengangguran di Kota Bandung yang masih di atas rata-rata jadi tantangan baginya

Pengangguran Masih Tinggi, Yayan Fokus Pelatihan dan Ekspansi Kerja Internasional
Kepala Disnaker Kota Bandung, Yayan A Brilyana menyoroti tingginya angka pengangguran. Kota Bandung yang dikenal produktif, harus segera mencari solusi agar angkatan kerja terserap optimal. (Foto Adam Husein/Inilahkoran)

INILAHKORAN.ID - Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bandung, Yayan A Brilyana menyoroti tingginya angka pengangguran di Kota Bandung yang masih berada di atas rata-rata provinsi maupun nasional. Kondisi itu menjadi tantangan besar yang harus segera ditangani, karena Kota Bandung dikenal sebagai kota produktif dengan jumlah angkatan kerja yang besar.  

“Angka pengangguran di Kota Bandung masih di atas rata-rata provinsi dan nasional. Tugas saya sebagai pejabat baru, adalah bagaimana mengurangi pengangguran dan bagaimana mensejahterakan para pegawai,” kata Yayan A Brilyana kepada Inilahkoran, Rabu 4 Maret 2026.

Ia menjelaskan, salah satu langkah yang akan ditempuh adalah meningkatkan keterampilan pencari kerja melalui berbagai pelatihan. Pelatihan, harus disesuaikan dengan kebutuhan industri agar tidak terjadi ketidaksesuaian antara kemampuan tenaga kerja dengan lowongan yang tersedia.

“Saya akan berusaha mencocokkan antara skill yang dilatihkan dengan kebutuhan perusahaan. Kalau ada kekosongan tenaga IT, berarti kita harus melatih tenaga IT. Kalau banyak kekosongan di hotel karena Bandung adalah kota wisata, maka pelatihan diarahkan ke sektor itu,” ucapnya.

Yayan menekankan, perluasan lapangan kerja tidak bisa hanya mengandalkan perusahaan yang ada di Kota Bandung. Pihaknya, melihat peluang besar dengan menggandeng perusahaan dari luar daerah bahkan luar negeri.

“Untuk memperluas dunia lapangan kerja, kita harus mencoba ekspansi menggandeng perusahaan dari luar Bandung dan internasional. Misalnya dari Jepang, dari Hongkong. Di negara-negara lain mereka kekurangan tenaga kerja, sementara di kita kelebihan,” ujar dia.

Kota Bandung lanjut ia, memiliki keunggulan karena rata-rata pendidikan masyarakatnya cukup tinggi. Hal ini membuat angkatan kerja di kota tersebut, memiliki potensi besar untuk bersaing di pasar global.

“Kota Bandung itu kota produktif, lebih banyak angkatan kerjanya. Dan kotanya juga kota kreatif. Saya harus menjembatani antara kebutuhan industri, baik yang ada di dalam maupun di luar negeri dengan lulusan angkatan kerja yang ada di kita,” jelasnya.  

Dalam menjalankan program tersebut, Yayan berencana menjalin kerja sama dengan pemerintah provinsi dan pusat agar tenaga kerja Kota Bandung bisa disalurkan ke berbagai sektor termasuk ke luar negeri. Namun, ia tidak menutup mata terhadap kendala yang ada.

"Memang ada kendala bahasa. Ke depan saya harus memperbanyak pelatihan bahasa asing terutama Cina, Inggris dan Jepang. Itu yang harus saya update terus dan upgrade terus,” tutur dia.

Dengan berbagai langkah tersebut, pihaknya berharap angka pengangguran di Kota Bandung dapat ditekan secara bertahap. Sekaligus membuka peluang bagi tenaga kerja lokal merambah pasar internasional.

"Disnaker Kota Bandung akan terus berupaya menyesuaikan program pelatihan dengan kebutuhan industri, agar lulusan angkatan kerja Kota Bandung benar-benar siap bersaing," tandasnya.  


Editor : Ahmad Sayuti