Pengangkutan Sampah di KBB Terpaksa Pakai Armada Tua Lantaran Tak Dapat Alokasi APBD
Belum juga rampung persoalan landasan area pengangkutan sampah di KBB, kini UPT Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KBB harus pasrah lantaran tidak mendapatkan alokasi pengadaan armada truk sampah baru di tahun ini.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Persoalan infrastruktur pengangkutan sampah di KBB (Kabupaten Bandung Barat) kian memprihatinkan.
Pasalnya, belum juga rampung persoalan landasan area pengangkutan sampah di KBB, kini UPT Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KBB harus pasrah lantaran tidak mendapatkan alokasi pengadaan armada truk sampah baru di tahun ini.
Padahal, tambahan armada baru itu sangat diharapkan agar pelayanan pengangkutan sampah di KBB bisa lebih maksimal ke semua kecamatan.
"Tahun ini di APBD murni 2023, kita gak dapat alokasi pengadaan armada truk baru," kata Plt Kepala DLH KBB Apung Hadiat Purwoko saat dihubungi.
"Kasihan UPT Kebersihan armadanya sedikit, banyak yang tua dan sudah rusak," sambungnya.
Apung menyebut, berdasarkan data pihaknya, terakhir kali ada peremajaan truk sampah untuk UPT Kebersihan KBB terjadi sebelum pandemi Covid-19, yakni di tahun 2018 sebanyak tiga unit truk dari APBD murni KBB dengan total anggaran Rp1,2 miliar atau Rp400 juta/unit truknya.
"Namun, setelah itu tidak pernah ada lagi peremajaan atau penambahan armada truk lagi yang dilakukan karena anggaran tidak ada," sebutnya.
Sehingga, lanjut dia, total UPT Kebersihan KBB saat ini hanya memiliki 39 truk, 4 pick up, dan 12 motor roda tiga.
"Untuk pelayanan yang tercover baru di 10 kecamatan dari total 16 kecamatan di KBB," ucapnya.
Ia mengaku prihatin dengan kondisi armada truk yang ada di UPT Kebersihan. Pasalnya, jumlah yang ada sangat jauh dari ideal dan tidak bisa menutupi pelayanan ke semua kecamatan.
"Dengan begitu, dalam sehari hanya 160 ton sampah yang bisa dibuang ke TPA Sarimukti, padahal timbunan sampah yang ada mencapai 500-600 ton per harinya," ujarnya.*** (agus satia negara)
Editor : Doni Ramdhani


