PEP Subang-PAUD Alam Al-Firdaus Karawang Terapkan Kurikulum Kelola Sampah
Kurikulum tematik pengelolaan sampah gagasan PT Pertamina EP Asset 3 Subang Field (PEP Subang) akan diterapkan sebagai bahan ajar untuk siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Jakarta - Kurikulum tematik pengelolaan sampah gagasan PT Pertamina EP Asset 3 Subang Field (PEP Subang) akan diterapkan sebagai bahan ajar untuk siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di seluruh Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Untuk memberikan manfaat yang sebesar-besarnya, PEP Subang bersama dengan PAUD Alam Al-Firdaus, Southeast Asian Ministers of Education, regional Centre for Early Childhood Care Education and Parenting (SEAMEO CECCEP), serta Pemerintah Kabupaten Karawang menyusun kurikulum tematik pengelolaan sampah untuk siswa PAUD tersebut.
Melalui siaran pers PT Pertamina EP di Jakarta, Jumat, Direktur SEAMEO CECCEP, Dr Dwi Priyono MEd mengatakan kurikulum tematik pengelolaan sampah untuk PAUD ini memiliki standar internasional.
"Kami menilai contoh baik ini tidak hanya layak di lingkup Indonesia, melainkan hingga di Asia Tenggara," ujar Dwi.
SEAMEO CECCEP merupakan organisasi menteri-menteri pendidikan di Asia Tenggara yang memiliki misi untuk mengembangkan pendidikan, sains, dan kebudayaan.
Menurut Siti Marini, Kepala Sekolah PAUD Alam Al-Firdaus sekaligus penyusun modul Contoh Baik Pembelajaran Pengelolaan Sampah untuk PAUD, penanaman karakter peduli lingkungan diajarkan melalui berbagai strategi dan cara yang meliputi pengelolaan sampah, sedekah sampah, menabung sampah, pengurangan sampah plastik, serta pemanfaatan sampah organik dan anorganik.
Menurut Siti, PAUD Alam Al-Firdaus tidak hanya mengajarkan anak-anak tentang perilaku cinta lingkungan dan menerapkan sekolah berbayar sampah, namun telah berkembang menjadi agen perubahan dengan turut mengubah perilaku orang tua murid dan masyarakat sekitar untuk merawat dan melestarikan lingkungan.
”Alhamdulillah, tematik pengelolaan sampah ini dapat digunakan oleh seluruh PAUD, TK, dan institusi pendidikan anak usia dini lainnya di Kabupaten Karawang,” ujar Dadan Sugardan, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Karawang dalam acara Sosialisasi Contoh Baik Penanaman Karakter Peduli Lingkungan Melalui Penerapan Kurikulum Tematik Pengelolaan Sampah di Satuan PAUD, di Karawang, Selasa (8/10).
Dadan mengatakan pentingnya pendidikan lingkungan hingga kemudian kurikulum tematik pengelolaan sampah pun perlu diterapkan di PAUD. "Dalam kerangka character building, pendidikan lingkungan penting ditumbuhkembangkan. Kebiasaan membuang sampah pada tempatnya ternyata lebih terkait kepada kecerdasan karakter,” ujarnya.
Permasalahan lingkungan hidup, khususnya pengelolaan sampah merupakan salah satu tugas dan tantangan besar yang dihadapi di seluruh wilayah Indonesia. Berangkat dari kesadaran tersebut, PEP Subang secara khusus mengembangkan program CSR yang menitikberatkan pada PAUD.
Bersama Yayasan Assolahiyah, PEP Subang bekerja sama dalam pengembangan PAUD Alam Al-Firdaus pada 2017, di Desa Muktijaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang.
Keberhasilan program CSR Pelita (Pendidikan Lingkungan untuk Anak) PT Pertamina EP mendapatkan apresiasi, baik dari skala nasional melalui Kementerian Pendidikan pada 2019, hingga skala internasional, yakni penghargaan The Peer Awards di Inggris pada 2018.
PEP Subang Field berharap apa yang telah dilaksanakan PAUD Alam Al-Firdaus dapat memberikan manfaat yang luas bagi PAUD-PAUD lainnya, terutama PAUD di Karawang.
"Semoga kita semua dapat senantiasa mewujudkan Karawang sebagai Kabupaten Interasih (indah, tertib, aman, bersih)," ujar Gatot Simanjuntak, Pjs Field Manager PEP Subang. (antara)
Editor : suroprapanca

