Perayaan Spontan
MANAJER Persib Bandung Umuh Muchtar dengan tegas menyatakan timnya belum mengeluarkan arahan mengenai rencana konvoi juara.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh : Muhammad Ginanjar
Wacana konvoi juara muncul setelah Persib berhasil menembus babak final Piala Presiden 2026 melawan Persebaya.
Duel perebutan trofi bakal berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (6/8).
“Tidak ada arahan (dari Persib). Tapi kan anak-anak (Bobotoh) suka mendadak, spontan. Kegembiraan ini spontan,” ujar Umuh, Rabu (5/86).
Menurutnya, konvoi ini bukan menjadi permasalahan asalkan sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Diharapkan tidak menimbulkan hal yang tidak diinginkan atau tidak terpuji.
GELANDANG asal Argentina, Mariano Peralta mengungkapkan rasa bahagianya saat menjalani debut bersama tim anyarnya Persib Bandung.
Debut itu dirasakan saat Persib berhadapan dengan Persija di babak semifinal Piala Presiden 2026 yang digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (4/8).
Peralta bermain pada menit 89 menggantikan Uilliam Barros. Total, tujuh menit pemain bernomor punggung 10 di Persib ini menjalani pertandingan.
“Saya sangat senang. Saya sudah menunggu momen ini, tetapi lebih senang lagi untuk tim karena kami akan bermain di laga final,” ungkap Peralta, Rabu (5/8/2026).
Pemain yang menyandang predikat sebagai pemain terbaik di Super League 2025/2026 ini berharap Persib kembali memenangkan pertandingan di partai final nanti sekaligus menjuarai Piala Presiden 2026.
“Tentu saja, menang,” kata Peralta.
Meski demikian, pemain yang sebelumnya membela Borneo FC Samarinda ini memastikan masih membutuhkan waktu untuk mengembalikan kondisi terbaiknya.
“Saya baik-baik saja. Saya berkembang setiap hari, tapi tentu saja saya belum siap untuk bermain (penuh) 90 menit,” bebernya.
Namun dia menyerahkan sepenuhnya kepada tim pelatih mengenai kesiapannya untuk kembali tampil saat Persib menghadapi Persebaya di babak final nanti.
“Tergantung pada pelatih.
Saya tidak tahu (keputusan) pelatih, tapi saya siap untuk bermain. Saya rasa (bisa bermain) lebih banyak menit dibandingkan kemarin, tapi saya tidak tahu,” tegasnya.
(bsf ) “Tapi saya yakin Bobotoh pasti akan mengikuti aturan.
Saya percaya kepada para Bobotoh,” tegasnya.
Namun sebelum memikirkan konvoi, Umuh berharap Persib bisa benarbenar menjuarai Piala Presiden 2026 sekalipun para pemainnya tidak memiliki banyak waktu untuk beristirahat.
“Mudah-mudahan walaupun capek ya semuanya juga capek, bukan Persib saja. Kedua tim ini kecapean, jadi tidak ada alasan. Persib tetap optimis besok. Mudahmudahan yang nomor satu Persib bisa jadi juara, itu saja.
Diharapkan bisa jadi juara.
Mudah-mudahan besok bisa melibas Persebaya dan Persib bisa jadi juara,” harap Umuh.
Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) ini pun mengaku sudah memberikan motivasi kepada para pemainnya jelang partai final.
“Saya menyampaikan kepada para pemain, Ada yang menilai bahwa kita ini lapis kedua. Saya selalu bilang, kalian bukan lapis kedua, tapi kalian itu pemain inti. Semuanya juga kenapa? Karena direkrut Persib bukan untuk jadi lapis kedua, tidak ada. Jadi semua pemain bagus. Mungkin penilaian dari luar ini lapis kedua, padahal kalian juga sudah hebat,” katanya.
Setelah itu, Umuh meminta para pemainnya untuk memperlihatkan performa terbaiknya.
Sehingga Persib bisa mengalahkan Persebaya dan menjadi juara Piala Presiden 2026.
“Saya selalu memberikan motivasi kepada anak-anak dan membawa kebaikan di Persib, apapun itu. Jadi saya tidak hitung-hitungan kepada semua, Insya Allah besok Persib membawa kebaikan dan membawa juara lagi.
Menurut saya itu luar biasa kalau besok sampai jadi juara,” pungkasnya.
Final Hambar Sementara itu, Pelatih Persib Igor Tolic menyayangkan gelaran di babak semifinal dan final Piala Presiden 2026. Pasalnya pertandingan tidak boleh dihadiri penonton alias tanpa penonton.
Menurutnya, sepak bola seharusnya menjadi sebuah festival. Apalagi para tim yang bertanding di babak semifinal ini merupakan tim-tim besar.
“Persib, Persija, Persebaya, dan Arema adalah tim-tim besar sepak bola Indonesia.
Jika ingin menjadikannya festival sepak bola, tentu harus ada penonton,” ujar Igor, Rabu (5/8).
Pelatih asal Kroasia ini dengan jujur mengatakan bermain di Stadion yang kosong terasa sangat berbeda.
Dia pun membuktikan saat Persib berhadapan dengan Persija di babak semifinal, begitu juga dengan pertandingan Persebaya melawan Arema FC.
“Bagi pelatih mungkin tidak terlalu masalah, tetapi bagi pemain, kehadiran suporter memberikan semangat ekstra,” katanya.
Igor lantas mengingatkan saat Persib berhadapan dengan Arema FC di laga pembuka fase grup Piala Presiden 2026. Saat itu pertandingan dihadiri kedua suporter.
“Kami pernah memiliki suporter kedua tim dan semuanya berjalan baik.
Mungkin ini soal bagaimana kelompok suporter membangun rasa saling percaya sehingga bisa kembali saling mengunjungi,” tuturnya.
Tidak hanya itu, Igor juga teringat saat Persib bermain di AFC Champions League (ACL) Two. Saat itu, ribuan Bobotoh hadir meski timnya menjalani laga away.
“Di China ada sekitar 3.000 Bobotoh yang datang.
Di Singapura, hampir seluruh tribun timur dipenuhi pendukung Persib,” katanya.
(bsf )
Editor : Inilahkoran


