Percepat Investasi di KIC, Bupati Imron Bentuk Satgas
Kawasan KIC saat ini sudah ada dua perusahaan besar yang berinvestasi, yaitu PT KIC dan PT MPK di Cirebon Timur.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cirebon – Bupati Cirebon Imron membentuk Satuan Tugas (Satgas) investasi guna mempercepat dan mempermudah pembangunan perusahaan di Kawasan Industri Cirebon (KIC) yang berada di bagian timur Kabupaten Cirebon.
Kabupaten Cirebon saat ini tengah fokus membentuk KIC yang berada di tiga lokasi berbeda, yakni Cirebon Timur, Barat dan Tengah.
Bupati Cirebon Imron mengaku untuk kawasan KIC saat ini sudah ada dua perusahaan besar yang berinvestasi, yaitu PT Kawasan Industri Cirebon (KIC) dan PT Mitra Pengembang Kawasan (MPK) Jababeka Tbk. Mereka akan mendirikan perusahaan besar di Wilayah Cirebon Timur.
“Kalau program ini berjalan, akan banyak keuntungan untuk Kabupaten Cirebon. Disamping nanti PAD juga bertambah, masyarakat juga pasti akan merasakan manfaatnya. Saya ingin, masyarakat Kabupaten Cirebon merasakan dampak positifnya," kata Imron, Rabu 22 Desember 2021.
Baca Juga: Imron Minta Pembebasan Lahan Kawasan Industri Cirebon Saling Menguntungkan
Namun Imron mengaku, sampai saat ini pihaknya belum mengetahui bwrapa besaran anggaran yang akan di kucurkan oleh investor. Pasalnya, PT KIC tidak bisa menentukan harga tanah di wilayah tersebut. Karena, yang menentukan harganya adalah masyarakat sekitar lokasi pembangunan.
"Kalau kisaran anggaran sampai sekarang saya belum tahu. Mungkin nanti melihat dulu berapa harga tanah yang akan dilepas masyarakat untuk kawasan industri," jelasnya.
Sementara itu, Direktur KIC, Joko Prabowo mengakui, luas bidang tanah yang akan di jadikan wilayah industri tersebut sedikitnya ada sekitar 4.100 hektare. Dengan tanah seluas itu, pembangunan wilayah industri di lakukan secara bertahap. Diperkirakan tahap pertama, pihaknya akan menyelesaikan pembangunan kawasan industri, untuk 900 hektare saja. Target tersebut harus selesai pada tahun 2024 mendatang.
Baca Juga: PT KIC Kelola Seluruh Pembangunan Kawasan Industri Cirebon
"Kami bangun secara bertahap dulu. Target sampai tiga tahun kedepan ya kurang lebih seribu hektar dulu," terang Joko.
Menurutnya, kendala utama sebetulnya adalah pembebasan lahan untuk kawasan industri. Biasanya ada tengkulak yang menjual harga kepada investor yang cukup tinggi. Sementara pihaknya sudah mempunyai estimasi harga yang wajar. Kalau terlalu tinggi dijual, otomatis investor tidak akan mau untuk membeli.
"Jadi setelah kami yang mengelola, tidak akan ada lagi tengkulak yang bermain harga tanah. Kita akan beli sesuai dengan harga yang sudah kami tetapkan. Kalau mereka bertahan dengan harga tinggi, ya investor pasti lari dong," tukas Joko. *** (Maman Suharman)
Editor : inilahkoran

