Perdana, 200 Ton Beras Asal Karawang Diekspor ke Arab Saudi dan Malaysia
Komoditas beras asal Karawang sebanyak 200 ribu ton akan diekspor ke Arab Saudi dan Malaysia. Beras hasil penggilingan sudah diserap Bulog untuk tujuan ekspor.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - beras asal Karawang sebanyak 200 ribu ton akan diekspor ke Arab Saudi dan Malaysia. beras hasil penggilingan asal 2 kecamatan di Karawang sudah diserap Bulog untuk tujuan ekspor.
Kabupaten Karawang menjadi titik awal ekspor beras nasional ke sejumlah negara karena dinilai sudah swasembada.
Kepala Dinas Pertanian Karawang Rohman mengatakan, kebijakan pemerintah melakukan ekspor beras dimulai dari Karawang sebanyak 200 ribu ton. Alasan Karawang dipilih untuk ekspor perdana karena Kabupaten Karawang sudah swasembada beras.
"Karawang sudah ditunjuk oleh pak Menteri Pertanian saat beliau berkunjung ke gudang penyimpanan beras di Karawang. Beliau langsung meminta Kabupaten Karawang untuk melakukan ekspor karena sudah swasembada beras. Kami siapkan beras di dua kecamatan yaitu Kecamatan Kutawaluya dan Kecamatan Rawamerta," kata Rohman, Selasa (28/4/26).
Menurutnya, Perum Bulog Karawang sudah menyerap beras dari gudan penyimpanan di kecamatan Kutawaluya dan Rawamerta.
"Karawang dipercaya untuk ekspor beras sebanyak 200 ribu ton. Waktu itu pak menteri meminta Karawang menjadi titik awal kebijakan ekspor nasional," ujarnya.
Rohman mengatakan, keputusan ekspor beras ke sejumlah negara diambil karena cadangan beras ekspor nasional sudah mencapai 5 juta ton yang dinilai aman untuk kebutuhan dalam negeri. Sebagian beras yang diekspor berasal dari Karawang.
"beras asal Karawang di ekspor ke Arab Saudi dan Malaysia. Kami hanya mempersiapkan beras yang berasal dari Karawang saja. Selanjutnya itu keputusan Kementerian Pertanian," jelasnya.
Capaian produksi padi di Karawang menunjukan tren positif. Untuk tahun 2026 pemerintah menaikan target produksi sebanyak 1,47 juta ton. Angka ini lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 1,4 juta ton. "Semoga saja target produksi tahun ini bisa tercapai," katanya.
Editor : Doni Ramdhani


