Geger, IRT di Rongga KBB Ditemukan Tewas Penuh Luka
Warga Kampung Ciceuri, RT 01/09, Desa Cibedug, Kec Rongga, KBB digegerkan penemuan jasad wanita paruh baya berinisial CR (54) yang ditemukan tewas di rumahnya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Warga Kampung Ciceuri, RT 01/09, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat (KBB) digegerkan dengan penemuan jasad wanita paruh baya berinisial CR (54) yang ditemukan tewas di rumahnya.
Ironisnya, korban ditemukan dalam kondisi tubuh penuh dengan luka-luka yang diduga akibat kekerasan.
Penemuan jenazah ibu rumah tangga (IRT) itu pertama kali diketahui adik korban, Senin (27/4/2026). Awalnya, pihak keluarga merasa curiga lantaran sepanjang hari korban tidak terlihat keluar rumah dan tirai rumah masih tertutup rapat, padahal biasanya korban aktif beraktivitas.
Saat dikonfirmasi, Kepala Seksi Humas Polres Cimahi Iptu Gofur Supangkat membenarkan adanya temuan jasad IRT tewas penuh luka tersebut. Menurutnya, laporan diterima pihak kepolisian sekitar pukul 16.30 WIB.
"Betul, kami menerima laporan adanya temuan mayat perempuan di rumahnya. Petugas langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian," ujar Iptu Gofur saat dihubungi, Selasa (28/4/2026).
Gofur menjelaskan, dari keterangan saksi upaya untuk mengecek kondisi korban sempat terkendala lantaran pintu utama rumah dalam keadaan terkunci.
"Merasa ada yang tidak beres, adik korban akhirnya memutuskan untuk masuk melalui pintu warung yang ada di rumah itu," jelasnya.
Sesampainya di dalam kamar, lanjut Gofur, saksi terkejut melihat korban sudah tidak bernyawa. Posisi korban terlihat sedang berbaring seolah tidur, namun wajahnya tertutup oleh dua buah bantal.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan tim Reskrim menemukan sejumlah tanda kekerasan yang mencurigakan di tubuh korban. Hal ini memunculkan dugaan kuat korban bukan meninggal secara wajar.
"Ditemukan luka lebam di beberapa bagian tubuh. Kemudian bibir sobek, gigi bagian bawah rontok, pergelangan lengan sebelah kiri diduga patah, serta luka lebam di bagian lengan kiri dan kaki kiri," bebernya.
Gofur menyebut, untuk mengetahui penyebab pasti kematian dan memastikan adanya unsur pidana atau tidak, pihak kepolisian langsung membawa jenazah korban ke Rumah Sakit Sartika Asih guna dilakukan pemeriksaan medis menyeluruh atau visum et repertum.
"Jenazah sudah dibawa ke Rumah Sakit Sartika Asih untuk dilakukan autopsi. Jadi penyebab pastinya masih kita tunggu hasil pemeriksaan dari tim dokter," tandasnya.
Editor : Doni Ramdhani


