Peringatan Tsunami Gempa Mentawai Dicabut, Warga Padang Sempat Trauma Tsunami Tewaskan Ribuan Orang

Gempa berkekuatan magnitudo 6,9 sempat mengungkit kenangan buruk tsunami dahsyat Sumatera Barat 14 tahun lalu. BMKG mencabut peringatan tsunami gempa Mentawai itu.

Peringatan Tsunami Gempa Mentawai Dicabut, Warga Padang Sempat Trauma Tsunami Tewaskan Ribuan Orang
Gempa berkekuatan 6,9 terjadi di Sumatera Barat. Peringatan dini tsunami sempat muncul di Sumatera Utara.

INILAHKORAN, Padanggempa berkekuatan magnitudo 6,9 sempat mengungkit kenangan buruk tsunami dahsyat Sumatera Barat 14 tahun lalu. BMKG mencabut peringatan tsunami gempa Mentawai itu.

Warga Padang, Sumatera Barat yang sempat mengungsi karena gempa Mentawai magnitudo 6,9 kembali pulang ke rumah setelah BMKG mencabut peringatan tsunami pada pukul 03.57 WIB.

Salah seorang warga Padang Fitra Yogi (40) di Padang, Selasa mengatakan setelah gempa terjadi warga yang berada di pinggir pantai segera mengungsi sebagian ke shelter dan sebagian ke daerah yang lebih tinggi.

Kemacetan sempat terjadi di beberapa titik akibat banyaknya kendaraan yang digunakan untuk mengungsi oleh masyarakat.

Syafril, seorang warga Padang lain yang ikut mengungsi, mengaku sempat khawatir terjadi tsunami seperti gempa pada 2009 lalu. Ketika itu lebih dari 1.000 orang meninggal dunia.

“Kenangan buruk itu kembali terbayang di depan mata. Untunglah potensi tsunami itu sudah dicabut kembali,” katanya yang mulai turun kembali ke rumahnya.

BMKG telah mencabut peringatan tsunami berangsur-angsur warga yang mengungsi kembali ke tempat tinggal masing-masing.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Sumatera Barat Arry Yuswandi menyebutkan saat ini pihaknya masih mengumpulkan informasi dari semua kabupaten kota terutama di Kepulauan Mentawai terkait kerusakan yang terjadi akibat gempa.

Sementara itu Kepala Pusat Gempabumi dan tsunami BMKG Dr Daryono, S. Si, M. Si melalui rilis tertulis mengatakan hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo 6,9 dari awalnya disebutkan 7,3.

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 0,94° LS ; 98,38° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 177 Km barat laut Kepulauan Mentawai Sumatera Barat pada kedalaman 23 km.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik ( thrust fault).

gempa bumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Siberut, Mentawai dengan skala intensitas VI MMI, Pasaman Barat, Padang Pariaman, Agam dan Padang dengan skala intensitas V MMI.

Sempat terjadi lima kali gempa susulan hingga pukul 04.00 WIB dengan magnitudo terbesar 4,6.***


Editor : Zulfirman