Perketat Pengawasan, Bawaslu Kota Cimahi Gaet TNI/Polri untuk Pengawasan Partisipatif
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Cimahi secara masif melakukan pengawasan partisipatif ke seluruh lapisan masyarakat yang ada di wilayahnya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Cimahi secara masif melakukan pengawasan partisipatif ke seluruh lapisan masyarakat yang ada di wilayahnya.
Termasuk, merangkul aparat keamanan seperti TNI/Polri yang merupakan mitra kerja dalam pengawasan Pemilu di lapangan.
"Para sahabat Bhabinkamtibmas dan Babinsa dari TNI/Polri kali ini hadir sebagai peserta," kata Kordiv Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (P2HM), Bawaslu Cimahi, Akhmad Yasin Nugraha usai kegiatan
sosialisasi pengawasan partisipatif di Hotel Ahadiat, Kota Bandung.
Menurutnya, keberadaan Bhabinkamtibmas dan Babinsa merupakan mitra kerja Bawaslu lantaran mereka punya wilayah di kelurahan masing-masing.
"Selama ini jajaran personel pengawas sudah sering berkolaborasi bertukar informasi dengan mereka," tuturnya.
Semisal, sambung Yasin, ketika ada kegiatan kampanye yang tidak berizin atau tidak memberitahukan kepada kepolisian dan tembusan ke Bawaslu, pihaknya kerap mendapatkan informasi itu dari rekan-rekan mitra kerja di lapangan.
Sehingga, mereka diajak untuk melakukan pengawasan partisipatif.
"Upaya ini dilakukan untuk lebih memperdalam kapasitas informasi tentang pengawasan Pemilu, ya kami undang dan tidak ada salahnya. Sehingga untuk menyamakan persepsi tentang regulasi dan pencegahannya seperti apa," paparnya.
Pada sosialisasi pengawasan partisipatif ini, terang Yasin, pihaknya turut menghadirkan nara sumber dari mantan Ketua KPU Cimahi dengan harapan mereka bisa bertukar ilmu dan sharing informasi tentang proses Pemilu.
"Dengan demikian, jika ditemukan perkeliruan di lapangan bisa diantisipasi pencegahan secara dini," terangnya.
Disinggung terkait langkah pencegahan selama masa tenang, Yasin menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan titik cegah masa tenang dengan melakukan koordinasi dengan instansi lain.
"Termasuk dengan mengoptimalkan pengawas TPS, dimana mereka harus berani datang lebih pagi, piawai mengisi alat kerja, dan harus punya pemahaman regulasi," tuturnya.
Sementara itu, nara sumber sosialisasi pengawasan partisipatif yang juga mantan Ketua KPU Cimahi, Handi Dananjaya mengapresiasi apa yang dilakukan Bawaslu Cimahi. Apalagi tiga hari ke depan akan masuk hari menjelang pencoblosan yang rawan terjadi pelanggaran di TPS.
Sehingga perlu pengawasan partisipatif dari masyarakat dan juga TNI/Polri.
"TNI/Polri merupakan mitra Bawaslu yang mau tidak mau harus dilibatkan dalam pengawasan Pemilu," kata mantan Ketua KPU Kota Cimahi periode 2013-2018 ini
"Mereka harus paham aturan kepemiluan, mana yang boleh dan tidak, apalagi Bhabinkamtibmas dan Babinsa adalah ujung tombak di lapangan," tandasnya.*** (agus satia negara)
Editor : Ahmad Sayuti


