PERSIB 3-1 PSM: MUSUH ABADI MENANTI
PERSIB Bandung awali Super League 2026/2027 dengan menampilkan ’identitas’ mereka sebagai raja remontada.Bekal sempurna menantang Persija Jakarta.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh: Muhammad Ginanjar
Maung Bandung menjamu PSM Makassar di Stadion GBLA, Senin (6/9) malam WIB dengan penampilan yang jauh dari ideal pada paruh pertama. Organisasi pertahanan acak-acakan, alur serangan serampangan.
Atmosfer GBLA bahkan sempat membeku begitu cepat. Baru enam menit peluit babak pertama ditiup, penyerang PSM Kodai Tanaka membobol gawang tuan rumah setelah memanfaatkan kekacauan sistem pertahanan Persib.
Puluhan ribu Bobotoh terdiam sejenak, menyaksikan papan skor berubah menjadi 0-1 untuk keunggulan tim tamu.
Ujian bagi Persib terasa kian berat ketika kapten mereka, Marc Klok, harus ditarik keluar pada menit ke-39 akibat cedera. Alhasil, Maung Bandung mengakhiri paruh pertama dengan penuh kecemasan.
Namun Persib tetaplah tim yang punya mentalitas mumpuni. Di tengah kesulitan mereka mengembangkan permainan, Pelatih Igor Tolic mencoba meramu strategi baru.
Keyakinan masih meninggi lantaran rekam jejak Pangeran Biru di musim lalu yang kerap menang dengan cara membalikkan keadaan (remontada).
Para pemain Persib mencoba tenang memanfaatkan jeda. Mereka bukan pemain 'baru' untuk urusan mengubah arah laga di babak kedua. Tengok saja catatan impresif musim lalu, dimana setidaknya lima kemenangan diraiih setelah tertinggal lebih dulu pada babak pertama.
Igor menambah daya gedor lini depan dengan memasukkan Balsa Sekulic menggantikan Beckham Putra. Sementara peran Adam Alis digeser lebih ke depan untuk kemudian menyerahkan posisi pivot kepada Thom Haye.
Pendekatan strategi yang berbeda dari Igor telah menjadi menjadi awal dari salah satu kebangkitan paling emosional di laga pembuka Super League musim ini.
Hanya dua menit setelah babak kedua dimulai, Patricio Matricardi memecah kebuntuan lewat gol penyeimbang pada menit ke-47. Sundulannya memaksimalkan umpan sepak pojok Thom Haye membuat kiper PSM, Hilman Syah mati langkah.
GBLA kembali bergemuruh, membakar semangat yang sempat meredup. Momentum ini dimanfaatkan dengan sempurna Balsa Sekulic yang mencetak gol pembalik keadaan pada menit ke-50.
Sekulic dengan pintar memanfaatkan celah diantara dua pemain PSM untuk kemudian melepaskan tendangan terukur dengan kaki kirinya. Bola meluncur indah ke pojok kanan gawang, gagal ditepis Hilman Syah yang terlanjur berada dalam posisi terlalu maju.
Dalam rentang waktu tiga menit, keputusasaan di tribun berubah menjadi air mata haru dan pelukan antar-suporter yang tak saling kenal. Persib kemudian membiarkan PSM memegang kendali permainan untuk kemudian mencoba mencari celah terbaik dalam melancarkan serangan balik.
Uilliam Barros Pereira akhirnya mengunci kemenangan menjadi 3-1 pada menit ke-81. Gol penyerang asal Brasil itu menjadi sebuah penutup indah. Dia melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti yang meluncur deras ke kanan bawah gawang Hilman Syah. Skor akhir, Persib 3-1 PSM.
"Pertama-tama, sebelum saya berbicara mengenai pertandingan, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada para suporter. Saya rasa saya belum pantas mendapatkan apa yang mereka lakukan malam ini. Mungkin belum saatnya," ungkap Igor dalam sesi jumpa pers usai pertandingan.
Pelatih asal Kroasia ini mengakui penampilan timnya pada babak pertama jauh di bawah ekspektasi. Dia menyebut Persib telah membiarkan PSM mengembangkan permainan secara efektif.
"Kami membuat lawan bermain sangat kompak sehingga sangat sulit untuk membongkar pertahanan mereka. Di sisi lain, kami menjadi rentan terhadap serangan balik. Ini sebenarnya yang ingin kami hindari," katanya.
Igor mengungkapkan, kunci keberhasilan Persib membalikkan keadaan adalah rapatnya jarak antar lini. Dia menilai para pemain dari lini kedua mampu tampil lebih kreatif dalam membongkar sistem pertahanan PSM.
"Pada babak kedua, kami membuat jarak antarlini menjadi lebih baik. Kami memiliki pilihan umpan yang lebih jelas dan mampu menciptakan lebih banyak ruang di area depan," ungkapnya.
Igor mengakui masih banyak kelemahan dari timnya yang harus segera dievaluasi. Dia mengaku akan langsung fokus mempersiapkan tim untuk pertandingan selanjutnya.
Seperti diketahui, Maung Bandung akan menantang musuh bebuyutan mereka Persija Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Sabtu (12/9) mendatang.
"Pertandingan pertama, tiga poin, kemenangan yang sangat penting. Sekarang mari kami bersiap untuk pertandingan berikutnya," pungkasnya.
Akui Kekalahan Tak banyak pembelaan terlontar dari seorang Darije Kalezic. Dia mengakui, Persib punya kedalaman skuat mumpuni yang telah mengubah arah pertandingan di babak kedua.
"Selamat malam. Tentu saja, pertandingan pertama melawan juara musim lalu langsung menjadi ujian besar bagi kami dan merupakan pertandingan yang sulit," ungkapnya.
Kalezic menyebut timnya tampil begitu sempurna di babak pertama. Hanya saja, masuknya para pemain pengganti di kubu Persib telah membuat lini pertahanan Juku Eja kalang-kabut. Secara khusus, dia memuji striker Maung Bandung, Balsa Sekulic.
"Kehadiran dia membawa perbedaan dalam kualitas permainan Persib," tegasnya.
Kalezic juga menyayangkan PSM gagal mempertahankan intensistas permainan. Dia bahkan sempat meyakini PSM mampu menyeimbangkan situasi setelah tertinggal 1-2. Namun lagi-lagi, kualitas individu Persib telah membuyarkan semua itu.
"Pada akhirnya, dengan kualitas dan kekuatan yang dimiliki Persib Bandung, mereka mampu membuat perbedaan dan mencetak gol ketiga untuk memenangkan pertandingan. Setelah itu, pertandingan praktis selesai," ungkapnya.
Terakhir, Kalezic memberi selamat kepada Igor Tolic yang mampu menandai debutnya sebagai pelatih Maung Bandung di ajang Super League dengan raihan sempurna.
"Saya ingin mengucapkan selamat kepada rekan saya, Igor, atas tiga poin dan pertandingan yang bagus. Saya juga mendoakan yang terbaik untuk Igor dan Persib Bandung dalam menjalani musim yang sangat, sangat padat dengan banyak kompetisi," tutup Kalezic. (bsf)
Editor : Inilahkoran

