Persib Bakal Kembalikan Uang Bonus Patungan ASN Pemprov, Wagub Erwan Setiawan Tak Ikut Campur

Wakil Gubernur Jabar Erwan Setiawan memilih tidak ikut campur, soal pernyataan Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Umuh Muchtar, yang bakal mengembalikan uang bonus hasil patungan dari ASN di lingkungan Pemprov.

Persib Bakal Kembalikan Uang Bonus Patungan ASN Pemprov, Wagub Erwan Setiawan Tak Ikut Campur
Wakil Gubernur Jabar Erwan Setiawan memilih tidak ikut campur, soal pernyataan Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Umuh Muchtar, yang bakal mengembalikan uang bonus hasil patungan dari ASN di lingkungan Pemprov.

INILAHKORAN, Bandung - Wakil Gubernur Jabar Erwan Setiawan memilih tidak ikut campur, soal pernyataan Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Umuh Muchtar, yang bakal mengembalikan uang bonus hasil patungan dari ASN di lingkungan Pemprov.

Dimana total uang sebesar Rp356.525.000 yang diberikan Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Jabar Herman Suryatman kepada Head of Operational Persib Bandung Irfan Suryadiredja secara simbolis, pada Selasa 3 Juni 2025 lalu dengan tegas ditolak oleh Umuh.

"Saya enggak ikut campur. Itu masalah PT PBB dengan Pemprov," ujar Wagub Erwan di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin 30 Juni 2025.

Saat disinggung mengenai waktu awal ada patungan uang untuk Persib Bandung, Erwan beralasan tidak ikut menyumbang lantaran dirinya memiliki saham di PT Persib Bandung Bermartabat. Sehingga, saat itu tidak ikut patungan atau memberikan bonus terhadap pemain Persib

"Saya kan punya saham di Persib, kalau istilahnya (nyumbang) saya jeruk makan jeruk. Dari tahun 2009 dari awal PT PBB dan itu saya sama bapak (Umuh Muchtar)," ucapnya.

Secara pribadi kata Erwan, dirinya tidak mempermasalahkan bila Persib ingin mengembalikan uang bonus hasil kontribusi dari para ASN Pemprov Jabar tersebut.

Sisi lain, dia juga menjelaskan sikap yang diambil Umuh dengan mengembalikan uang bonus dari para ASN Pemprov Jabar ini tidak lain untuk menghindari masalah di kemudian hari.

"Ya enggak ada masalah. Yang kemarin sedikit Bapak saya takutkan, ini kan dari sumbangan ASN. Tapi enggak tahu sumbangannya, takutnya salah satu ASN tadi yang menyumbang itu ada bermasalah kemudian hari, ini membawa (masalah bagi Persib). Kami tidak ingin lah. Saya berharap ya ini segera clear. Jangan memperpanjang lagi lah, udah," ucapnya.

Disinggung mengenai tahun sebelumnya Pemprov Jabar, ketika dikomandoi Pj Gubernur Bey Machmudin turut memberikan bonus senilai Rp500 juta kepada Persib, karena berhasil menjadi juara Liga 1 2023/2024, Erwan menerangkan bahwa hal tersebut tidak menjadi masalah karena bersumber dari CSR BUMD.

"Dan itu mungkin Pak Bey bisa saja dari CSR. Kita kan punya beberapa BUMD, itu saya kira yang lebih aman dari mereka, ada BJB, MUJ. Itu hal yang lumrah dan wajar. Mereka menyumbang kepada tim kebanggaannya dari CSR," kata dia.

bonus dari CSR lanjut Wagub Erwan cenderung lebih aman, ketimbang dari patungan para ASN.

"Tapi ini kenapa harus dari udunan (patungan) gitu kan. Yang disayangkan Bapak saya itu seperti itu," ucapnya.

Sebab ada kecenderungan ASN Pemprov Jabar dipaksa untuk turut menyumbang, demi memberikan bonus kepada Persib.

"Kenapa ASN sekarang seperti dipaksa untuk memberikan sumbangan, padahal kan kita tidak pernah meminta sumbangan ini," kata dia.

Sebelumnya, Umuh mewakili Manajemen PT PBB menolak sumbangan ASN Pemprov Jabar. Dia mengaku, tidak mau kelak menjadi masalah dari pemberian bonus Persib juara ini. Untuk menghindari konflik berkepanjangan, dia memutuskan untuk menolak dan mengembalikan uang yang sudah diberikan Pemprov.

"Saya takutnya jadi beban dan jadi prasangka dari semua Bobotoh bahwa Persib sudah menerima uang Rp1 miliar. Jangan sampai ini jadi masalah, jadi bumerang," kata Umuh.

Menurutnya, Pemprov Jabar tampak terbebani dengan janji bonus yang sebelumnya dilontarkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, dalam pawai Persib juara. Seharusnya, pemerintah jangan asal berjanji akan memberikan bonus miliaran rupiah bila memang sulit untuk dilakukan.

"Saudara Herman, Sekda Jabar hati-hati ya, uang Rp1 miliar itu ga susah karena dia menyusahkan sendiri. Apa yang sudah dijanjikan, harusnya jangan bicara dulu, nanti dikumpulkan berapa adanya," ungkapnya.

Lebih lanjut, Umuh menegaskan, klub akan tetap menolak bonus yang diberikan Pemprov, sekalipun nominalnya nanti terkumpul Rp1 miliar.

"Ditolak. Karena apa? Riskan, kecuali ada rinciannya. Kalau tidak jelas ini yang jadi masalah buat saya, tanggungjawabnya gimana," ujarnya.

Ini bermula ketika Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan bonus untuk Persib mencapai Rp2 miliar. Uang tersebut berasal dari kocek pribadi sebesar Rp1 miliar. Sementara, sisanya satu miliar rupiah dilakukan aparat sipil negara (ASN) Pemprov Jabar. 

Sayangnya, janji Rp1 miliar dari ASN itu gagal terealisasi. ASN Pemprov hanya mampu menghimpun uang sebesar Rp365.525.000.

bonus ini merupakan apresiasi dari Pemprov Jabar, atas keberhasilan Maung Bandung menjuarai Liga 1 2024/2025 secara back to back atau dua kali beruntun.***


Editor : Bsafaat