Daddy Rohanady Tuntut Sinergitas Legislatif dan Eksekutif ke KDM-Erwan
Tak banyak yang diminta Anggota DPRD Jawa Barat, Daddy Rohanady seiring akan dilantiknya Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih Dedi Mulyadi (KDM) juga Erwan Setiawan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Tak banyak yang diminta Anggota DPRD Jawa Barat, Daddy Rohanady seiring akan dilantiknya Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih Dedi Mulyadi (KDM) juga Erwan Setiawan.
Daddy hanya meminta, agar KDM-Erwan dapat membangun sinergitas antara eksekutif dan legislatif, dalam mewujudkan visi Jawa Barat Istimewa.
Daddy mengatakan, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dirampungkan KDM-Erwan untuk Jabar selama lima tahun mendatang.
"Saya kira saya menyampaikan selamat datang, selamat bertugas kepada Kang Dedi, KDM sebagai Gubernur Provinsi. Hanya memang seperti dalam banyak tulisan yang saya sampaikan, tentu ada sederet PR yang harus dia selesaikan," ujar Daddy, Rabu 19 Februari 2025.
Dia melanjutkan, apa yang diutarakan KDM selama ini melalui media sosialnya terkait Jabar, sudah sejalan dengan DPRD. Tinggal kata dia, bagaimana implementasinya kelak.
"Jadi itulah yang saya bilang, meskipun belum dilantik, dia sudah melihat beberapa hal yang memang butuh dan harus dia selesaikan,"katanya.
Seperti bagaimana KDM harus menyelesaikan jalanyang sudah rusak, memperbaiki saluran irigasi yang masih belum optimal dan menghentikan penambangan ilegal.
Termasuk dalam pelaksanaan Intruksi Preaiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD Tahun Anggaran 2025.
"Jadi, wajar kalau kemudian dia sudah menyusun sejumlah agenda yang akan dia lakukan setelah dia dilantik," kata dia.
Baginya, KDM juga telah melakukan hal yang serupa dengan Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan pembangunan kedepan.
" Saya kira seperti Pak Prabowo sebagai Presiden yang memerintahkan kementerian dan lembaga, sebagai Gubernur terpilih melakukan hal yang kurang lebih mirip dengan apa yang dilakukan seorang Prabowo," tuturnya.
Soal sudut pandang terhadap kepemimpinan KDM, Daddy merasa KDM lebih mengutamakan pelayanan dan kepenyingan terhadap masyarakat.
"Kalau itu (benar) dilakukan saya kira dia betul menjadi khodim bagi masyarakat," ujarnya.
Ia menyadari sebagai seorang pemimpin, KDM tidak akan sepenuhnya disukai oleh semua orang. Tetapi, dia berharap, masyarakat bisa leboh objektif dalam melihat kebijakan-kebijakan KDM nanti.
Ia juga berharap dari sisi partai, KDM bisa sejalan dengan apa yang diharapkan oleh partai pengusungnya. Ia optimistis dengan komunikasi yang baik, apapun tujuan untuk Jawa Barat pasti akan terwujud.
"Kalau itu dibangun bagaimanapun pasti akan ketemu. Memang Gerindra dan beberapa kawan sudah ketemu dan frekuensinya lumayan. Hanya mungkin saya kira tetap butuh komunikasi yang intens," katanya.
Karena, lanjut Daddy pemerintah dan DPRD pada dasarnya berada dalam rumah yang sama yaitu rumah yang disebut Jawa Barat. Begitu juga dengan 27 kabupaten kota yang berada didalamnya.
"Itu harus punya spirit yang sama. Kita mau beresin apa nih misalnya sek!=ang? Sampah? Gimana caranya? Kita beresin dari hulu, kemudian 27 Kabupaten Kota kebijakannya mengurangi jumlah sampah," katanya.
"Saya kira kalau spirit itu dibangun bersama. Itulah yang namanya sinergitas. Semua bisa dilakukan bersama sehingga beban masing-masing pihak menjadi jauh lebih ringan dan ending-nya masyarakat kita menjadi lebih senang," tandasnya.***
Editor : Ahmad Sayuti

