Persib Bandung Dihadapkan Jadwal Padat, Bojan Hodak Singgung Jet Pribadi
Bojan Hodak mengatakan seandainya memiliki jet pribadi, maka Persib Bandung akan dengan mudah menjalani pertandingan meski dihadapkan jadwal padat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak singgung jet pribadi. Pasalnya timnya ini akan dihadapkan jadwal padat.
Bojan Hodak mengatakan seandainya memiliki jet pribadi, maka Persib Bandung akan dengan mudah menjalani pertandingan meski dihadapkan jadwal padat.
Namun jet pribadi itu tidak dimiliki. Sehingga Bojan Hodak merasa jadwal padat yang akan dihadapi Persib Bandung saat ini tidak normal.
“Saya sudah katakan sebelumnya bahwa kami akan bermain enam pertandingan dalam 22 hari. Ini tidak normal. Kami sudah mengajukan ke (PT) Liga untuk mengubah jadwal tapi mereka tidak mau (mengubahnya),” kata Bojan Hodak.
Pelatih asal Kroasia ini akui PT Liga Indonesia Baru (LIB) harus mengikuti aturan FIFA. Dimana setiap tim bisa bermain dalam jeda tiga hari.
“Tapi itu bisa membuat kami mati,” tegasnya.
Bojan Hodak lantas membandingkan kondisi yang dialami Persib Bandung ini dengan klub Eropa seperti Manchester City. Meski memiliki jumlah yang sama, The Citizen memiliki jet pribadi.
“Mereka bisa tidur di pesawat, melakukan recovery di pesawat dan bahkan bisa memberikan mereka oksigen. Sedangkan kami pergi menggunakan penerbangan biasa, makan seadanya dan mereka ingin kami memainkan 22 laga dalam enam hari. Tentunya ini mempengaruhi performa kami, risiko pemain cedera meningkat,” tuturnya.
Kondisi ini, lanjutnya bertolak belakang dengan keinginan Ketua Umum Erick Thohir yang berharap wakil Indonesia meraih hasil positif di kejuaraan AFC.
“Tapi kami butuh orang yang membantu kami. Jadi mungkin di AFC saya akan menurunkan tim pelapis dan jika kalah, memang hanya itu hal yang bisa dilakukan,” tegasnya.
Bojan Hodak menambahkan bahwa di Eropa, penerbangan yang dilakukan hanya berlangsung maksimal sekitar 3-4 jam. Sementara di Asia bisa mencapai 10 jam.
“Dua tahun lalu saya bersama Kuala Lumpur City, kami bermain di final AFC Cup, ketika semifinal melawan klub Uzbekistan, kami melakukan perjalanan 27 jam. Tapi saat itu, liga Malaysia membantu kami, mereka mengubah jadwal kami dan kami mendapatkan hasil yang fantastis. Karena itu, Malaysia punya dua tim di AFC Champions League. Jika Indonesia ingin hal yang sama, mereka perlu membantu kami, membantu Madura untuk bisa mendapat poin yang lebih baik,” tegasnya kembali. ***
Editor : Ahmad Sayuti


