INILAHKORAN, Bandung - Direktur PT
Persib Bandung Bermartabat (PBB),
Teddy Tjahjono akui anggaran timnya terkuras untuk bisa membayar
denda akibat ulah pendukung fanatik timnya. Terutama soal
flare.
Total saat ini, sudah Rp400 juta harus dibayar
Persib akibat
flare yang dinyalakan Bobotoh di dalam Stadion. Masing-masing Rp200 juta saat menghadapi Bhayangkara FC di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Bekasi, 24 Juli 2022 dan Rp200 juta lainnya didapatkan saat menjalani laga away melawan PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, 19 Agustus 2022.
Teddy Tjahjono berharap para Bobotoh untuk bisa lebih dewasa dalam mendukung
Persib Bandung. Padahal informasi serta edukasi mengenai larangan membawa
flare ke Stadion sudah dilakukan.
"Kita sudah melakukan edukasi untuk tidak menyalakan
flare, tapi pada kenyataannya masih kejadian. Tentu harus ada kesadaran dari masing-masing Bobotoh, kalau tidak ada kesadaran, susah," kata
Teddy Tjahjono, Senin 29 Agustus 2022.
Pria berkacamata ini mengaku sudah cukup lega dengan sikap Bobotoh saat
Persib menjamu Bali United di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), 23 Agustus 2022 lalu. Di laga tersebut, tidak ada lagi yang menyalakan
flare.
"Tapi pastinya mau seketat apapun keamanannya, kalau memang udah ada niatan untuk menyelundupkan
flare, bisa saja dengan cara apapun. Makanya tadi saya tekankan perlu kesadaran diri," tuturnya.
Teddy Tjahjono pun memastikan akan menyiapkan sanksi tegas kepada Bobotoh yang tertangkap menyalakan
flare di Stadion. Tujuannya agar memberikan efek jera demi menghindari
Persib dari
denda yang sama.
"Kalau sampai bisa ketangkap, pasti ada sanksi lah," tegasnya.(Muhammad Ginanjar)***