Personel Gabungan TNI dan Masyarakat Gencar Cari Puluhan Korban Longsor di Cisarua 

Sebanyak 500 orang kekuatan gabungan dari TNI dan masyarakat lokal tengah bergotong-royong melakukan pencarian korban longsor yang melanda Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua. 

Personel Gabungan TNI dan Masyarakat Gencar Cari Puluhan Korban Longsor di Cisarua 
Sebanyak 500 orang kekuatan gabungan dari TNI dan masyarakat lokal tengah bergotong-royong melakukan pencarian korban longsor yang melanda Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua. 

INILAHKORAN.ID – Sebanyak 500 orang kekuatan gabungan dari TNI dan masyarakat lokal tengah bergotong-royong melakukan pencarian korban longsor yang melanda Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua

Hingga saat ini, sebanyak 8 orang dinyatakan meninggal dunia, 23 orang berhasil diselamatkan, dan 81 jiwa masih dalam status hilang setelah dua korban ditemukan hidup pada pagi hari.
 
Kepala Penerangan Kodam III/Siliwangi Kolonel Inf Mahmuddin mengkonfirmasi bahwa pihaknya mengerahkan 250 personel, yang kemudian diperkuat oleh sekitar 250 warga masyarakat setempat untuk mempercepat proses evakuasi dan pencarian.
 
"Kita mulai dengan target mencari korban yang hilang sebanyak 83 jiwa. Alhamdulillah, pagi ini berhasil menemukan dua warga yang selamat, sehingga jumlah yang masih hilang saat ini menjadi 81 orang," kata Mahmuddin di lokasi, Sabtu 24 Januari 2026.
 
Saat ditanya terkait dugaan adanya anggota TNI di antara korban atau yang selamat, Kolonel Mahmuddin mengakui bahwa informasi tersebut belum bisa dipastikan secara pasti. 

"Saya belum bisa mendapatkan data apakah ada anggota kami di antara 23 orang yang selamat. Tim kami sedang melakukan verifikasi dan akan segera mengkonfirmasikannya kepada publik," ujarnya.
 
Mahmuddin menyebut, proses pencarian menghadapi kendala besar akibat kondisi lapangan yang tidak mendukung. Cuaca yang belum bersahabat, aliran air yang terus mengalir, serta material longsor yang masih terus turun membuat alat berat tidak dapat dioperasikan di lokasi kejadian.
 
"Kendala utama saat ini adalah akses dan kondisi medan. Alat berat belum bisa kita turunkan karena risiko tambahan yang cukup tinggi," ujarnya. 

"Namun demikian, kami tidak akan berhenti mencari, setiap detik sangat berharga bagi keselamatan korban yang mungkin masih bertahan hidup," tegasnya.***


Editor : JakaPermana