DPRD KBB Dorong Relokasi Warga Terdampak Longsor Cisarua

Ketua Komisi III DPRD KBB mendorong penggunaan anggaran BTT serta relokasi warga terdampak longsor di Kecamatan Cisarua guna mencegah bencana berulang.

DPRD KBB Dorong Relokasi Warga Terdampak Longsor Cisarua
Korban longsor di Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat (KBB). (InilahKoran/Agus Satia Negara)

INILAHKORAN.ID - Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB), Pither Tjuandys, menyebut sebanyak 23 kepala keluarga terdampak bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua. Dia menegaskan pentingnya relokasi warga guna mencegah terulangnya bencana serupa.

Pither mengatakan, pihaknya turut berduka atas korban jiwa yang ditimbulkan dalam peristiwa tersebut. Dia juga mengapresiasi kerja tim SAR serta partisipasi aktif masyarakat dalam proses pencarian korban.

“Beberapa korban telah ditemukan oleh petugas SAR. Atas nama DPRD KBB, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban,” ujar Pither saat meninjau lokasi, Sabtu (24/1/2026).

Dia mengatakan, sejak bencana terjadi, sejumlah pejabat daerah seperti bupati, wakil bupati, sekretaris daerah, hingga dinas kesehatan telah turun langsung ke lokasi untuk memastikan penanganan terhadap korban dan warga terdampak berjalan optimal.

Menanggapi kondisi akses jalan yang sulit serta penetapan status tanggap darurat oleh Bupati Bandung Barat, Pither menegaskan DPRD akan mendorong penggunaan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk penanganan darurat.

“Anggaran BTT memang disiapkan untuk situasi seperti ini. Karena itu, masyarakat terdampak harus mendapat perhatian khusus melalui dana tersebut,” tegasnya.

Terkait dugaan alih fungsi lahan sebagai penyebab longsor, Pither menjelaskan, di kaki gunung tidak terdapat pembangunan permukiman. Namun, dia mengakui adanya aktivitas pertanian di area lereng.

“Tanah dari atas terbawa air deras, lalu mengendap menjadi lumpur setelah air surut. Kita harus menyadari bahwa alam memiliki kekuatan yang tidak bisa kita lawan begitu saja,” jelasnya.

Untuk langkah ke depan, Pither menekankan perlunya kebijakan tegas guna mencegah kejadian serupa terulang. Dia menilai relokasi warga menjadi langkah paling penting.

“Kami akan mendorong agar para korban dan keluarga mendapatkan perhatian khusus, terutama terkait tempat tinggal dan kesehatan. Yang paling penting, warga harus direlokasi. Tidak boleh lagi ada permukiman di kawasan tersebut,” tegasnya.

Dia juga menyinggung kejadian serupa di wilayah Sukajaya beberapa bulan lalu. Warga masih tinggal di kawasan rawan hingga akhirnya kembali terdampak bencana. ***


Editor : Gin gin T Ginulur