Pertahanan Siber Sempat Terancam, Pemkot Cimahi Bentengi Data Warga dengan Standar Internasional ISO 27001

Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi mengambil langkah proaktif dan strategis dalam menghadapi gelombang kejahatan siber yang kian kompleks. 

Pertahanan Siber Sempat Terancam, Pemkot Cimahi Bentengi Data Warga dengan Standar Internasional ISO 27001

INILAHKORAN, Cimahi – Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi mengambil langkah proaktif dan strategis dalam menghadapi gelombang kejahatan siber yang kian kompleks. 

Sebagai upaya membentengi data publik dan memastikan layanan digital tetap aman, Pemkot Cimahi resmi memperkuat sistem pertahanan sibernya dengan menerapkan Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI) ISO 27001:2022 dan membentuk Tim Tanggap Insiden Keamanan Komputer kota cimahi (CIMAHI-CSIRT).
 
Langkah ini menjadi krusial mengingat ancaman siber terhadap sektor pemerintahan terus meningkat, berpotensi mengganggu pelayanan esensial bagi masyarakat. 

ISO 27001:2022 sendiri merupakan standar internasional yang menekankan prinsip kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan dalam pengelolaan data, sistem, dan layanan publik.
 
"Sebagai wujud nyata implementasi ISO 27001:2022, Pemerintah kota cimahi telah membentuk CIMAHI-CSIRT yang resmi diluncurkan pada 24 Juli 2024 di Kantor Badan siber dan Sandi Negara (BSSN), Depok," ungkap Kepala Seksi Persandian dan Pengembangan Sumber Daya Telematika, Deni Prayitno, Selasa 23 September 2025
 
Menurut Deni, kehadiran CIMAHI-CSIRT menjadi pilar penting dalam tata kelola insiden siber. Tim ini bertugas memastikan setiap potensi gangguan, serangan, atau kebocoran data dapat direspons secara cepat, terukur, dan sesuai prosedur standar internasional.
 
Secara teknis, CIMAHI-CSIRT didukung oleh teknologi canggih. Mereka mengandalkan kombinasi Web Application Firewall (WAF) Cloudflare untuk melindungi aplikasi dari serangan eksternal, serta Security Information and Event Management (SIEM) Wazuh untuk memantau aktivitas log dan mendeteksi ancaman secara real-time. 

"Dengan dukungan teknologi ini, proses pencegahan, deteksi, dan penanganan insiden dapat dilakukan lebih efektif," jelas Deni.
 
Berdasarkan Surat Keputusan Tim CSIRT Nomor 46/Kep.937-Diskominfo/2024, tim ini terdiri dari enam koordinator dan melibatkan seluruh pegawai Diskominfo sebagai anggota. 

"Operasional tim berlangsung 24 jam sehari, tujuh hari seminggu, dengan dukungan monitoring berkelanjutan melalui Wazuh dan Google Search Console, memastikan keamanan siber Cimahi terjaga tanpa henti," bebernya.
 
Deni menyebut, penerapan ISO 27001:2022 pada aspek manajemen insiden semakin memperkuat langkah strategis ini. 

"Hal ini sekaligus menunjukkan komitmen kuat Pemkot Cimahi dalam melindungi data warganya, menjaga kepercayaan publik, dan mewujudkan layanan digital yang aman serta transparan," sebutnya.
 
Deni juga mengakui bahwa beberapa insiden siber sempat terjadi di lingkungan Pemerintah kota cimahi. Namun, berkat sistem yang telah dibangun, seluruh insiden tersebut berhasil dimonitor dan ditangani dengan baik. 

Bahkan, untuk terus memperkuat sistem, CIMAHI-CSIRT secara proaktif menggandeng para bug hunter atau pakar keamanan independen dalam melakukan security assessment secara berkala.
 
"Sebagai bentuk apresiasi, tim memberikan sertifikat penghargaan kepada pihak yang membantu menemukan celah keamanan," katanya. 

"Harapannya, kolaborasi ini bisa terus meningkatkan keamanan layanan publik kota cimahi agar lebih aman, terpercaya, dan sejalan dengan prinsip good governance," tandasnya. *** (agus satia negara)


Editor : JakaPermana