Perumahan di Bekasi Kebanjiran, Dedi Mulyadi: Warga Teriak Developer Sibuk Urus Izin Baru

Dedi Mulyadi justru menyoroti sikap sejumlah developer perumahan yang dinilai tidak hadir di tengah krisis dan lebih fokus mengurus izin proyek baru.

Perumahan di Bekasi Kebanjiran, Dedi Mulyadi: Warga Teriak Developer Sibuk Urus Izin Baru
Perumahan di Bekasi Kebanjiran, Dedi Mulyadi: Warga Teriak Developer Sibuk Urus Izin Baru

INILAHKORAN.ID - banjir yang melanda sejumlah perumahan di Bekasi kembali menjadi perhatian publik. Di tengah keluhan warga yang rumahnya terendam air, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi justru menyoroti sikap sejumlah developer perumahan yang dinilai tidak hadir di tengah krisis dan lebih fokus mengurus izin proyek baru.

Menurut Dedi, kawasan yang terdampak banjir sebagian besar merupakan perumahan yang sebelumnya dipromosikan sebagai kawasan aman dan bebas banjir. Namun realita di lapangan justru berbanding terbalik.

“Kita tahu banjir yang melanda Bekasi paling banyak dialami oleh perumahan-perumahan yang dulu menjanjikan sebagai kawasan bebas banjir,” ujar Dedi.

Dedi mengungkapkan keprihatinannya saat mengetahui bahwa warga perumahan yang terdampak banjir tidak mendapatkan pendampingan dari pihak pengembang. Ia menyebut, para developer yang dulu aktif memasarkan hunian kini justru tak terlihat saat konsumennya membutuhkan bantuan.

“Yang paling memprihatinkan adalah ketika warga perumahan mengalami kebanjiran, developer yang dulu mempromosikan kawasan ini aman dan nyaman tidak pernah datang menemui konsumennya. Hari ini warga berteriak-teriak, sementara developernya lebih sibuk mengajukan izin baru,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menjadi sindiran keras terhadap praktik pengembangan perumahan yang dinilai hanya berorientasi pada keuntungan tanpa memikirkan keberlanjutan dan dampak lingkungan.

Developer Diminta Bertanggung Jawab

Dedi menegaskan, persoalan banjir tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah. Ia mengajak pengembang perumahan untuk ikut bertanggung jawab dan turun langsung ke lapangan menemui warga terdampak.

“Inilah cara kita menyelesaikan masalah. Saya mengajak para pengembang perumahan di seluruh Provinsi Jawa Barat, khususnya perumahan yang hari ini dilanda banjir, agar turun langsung menemui warga dan bersama-sama mencari solusi dengan pemerintah,” ujarnya.

Menurut Dedi, kolaborasi antara developer, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci utama penanganan banjir, baik melalui perbaikan sistem drainase, evaluasi tata ruang, hingga langkah mitigasi jangka panjang.

“Jangan segala sesuatu dibebankan kepada pemerintah. Bagaimanapun juga, saat membangun perumahan, developer pasti memperoleh keuntungan,” tambahnya.


Editor : Firda Rachmawati