Pilih Pengurus Periode 2024-2027, DPD HIMKI Bandung Raya Gelar Musda ke-2
DPD Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Bandung Raya menggelar musyawarah daerah (musda) ke-2 untuk memilih kepengurusan baru periode 2024-2027.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILANKORAN, Bandung - DPD Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Bandung Raya menggelar musyawarah daerah (musda) ke-2 untuk memilih kepengurusan baru periode 2024-2027.
Ketua DPD HIMKI Bandung Raya terpilih Anton Dwinanto mengatakan, bahwa musda kali ini mengambil tema "sinergitas kreativitas dan teknologi dalam industri mebel".
"Tema ini mencerminkan komitmen HIMKI dalam memajukan industri mebel, dan kerajinan melalui integritas antara kreativitas dan teknologi," kata Anton Dwinanto di Teras Gloya Dago, Kota Bandung pada Kamis 20 Juni 2024.
Ia mengaku sangat antusias dengan pelaksanaan musda tersebut. Pihaknya menilai, kegiatan ini dapat membuka kesempatan untuk menggabungkan kekuatan kreativitas dan teknologi.
"Kita percaya, bahwa sinergi ini akan membawa dampak positif yang signifikan bagi para pelaku industri di Bandung dan sekitarnya. Karena kita juga membahas berbagai topik, seperti inovasi produk dan desain," ucapnya.
Menurut Anton, wilayah Jawa Barat akan dijadikan lokus terdepan basis produksi industri kreatif nasional mengingat Jabar memiliki bandara BIJB Kertajati dan kawasan pelabuhan besar di Patimban.
Dengan adanya pengembangan pelabuhan Patimban, akan menstimulus tumbuhnya sejumlah kawasan industri baru dalam segitiga emas pelabuhan Patimban, bandara Kertajati, Cirebon dan sekitarnya.
"Kawasan ini akan menjadi metropolitan baru, yang menjadi lokomotif untuk menarik gerbong perekonomian Jabar khususnya, dan Indonesia pada umumnya. Maka Jabar akan berlomba dengan industri Jateng dan Jatim," ujar dia.
Bagi HIMKI ditambahkan ia, Industri mebel dan kerajinan nasional menjadi industri penting mengingat industri merupakan bantalan ekonomi kuat pada saat kondisi ekonomi seperti saat ini.
"Dan menjadi jalan keluar negara dalam penyerapan tenaga kerja. Sebab sampai saat ini, industri mebel dan kerajinan tetap eksis dan menghasilkan devisa bagi negara di saat industri terkena imbas krisis. Karena industri didukung lokal konten yang cukup besar," tandasnya. ***
Editor : JakaPermana

