Pilpres 2024 Usai, Pangdam Siliwangi Ajak Masyarakat Kembali Bersatu Lanjutkan Pembangunan
Menyikapi hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, Panglima Kodam III Siliwangi Mayjen Mohammad Fadjar kembali bersatu untuk melanjutkan pembangunan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INIPAHKORAN, Bogor - Menyikapi hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, Panglima Kodam III Siliwangi Mayjen Mohammad Fadjar kembali bersatu untuk melanjutkan pembangunan.
Mayjen Mohamad Fadjar menuturkan bahwa saat ini sudah tidak ada lagi kubu 01, 02 dan 03, pasca KPU-RI menetapkan Prabowo-Gibran sebagai Presiden-Wakil Presiden dengan presentase kemenangan 58,58 persen, unggul atas raihan suara Anies-Muhaimin 24,95 persen dan Ganjar-Mahfud yang meraih suara 16,47 persen.
"Pemilu sudah usai, tidak ada lagi kubu 01, 02 dan 03. Sekarang kita bersatu lagi melanjutkan pembangunan," tuturnya kepada wartawan di Kampung Kedung Umpal, Kelurahan Keradenan, Cibinong, Kabupaten Bogor, Kamis , 21 Maret 2024.
Mayjen Mohamad Fadjar menerangkan bahwa Pilpres atau Pemilu itu sudah biasa dan siklus lima tahunan. Usai Pemilu, maka kita tinggal berharap pemimpin yang baru bisa melaksanakan tugasnya dengan baik.
"Pemilu itu sudah biasa, yang terpilih menjadi pemimpin kita tingga harapkan beliau-beliau bisa bekerja dengan baik dan pemerintah bisa melayani masyarakatnya secara lancar," terang alumni Akmil 1993.
Mayjen Fajar mengingatkan sesuai Butir-butir Pancasila, demokrasi kita adalah musyawarah untuk menghasilkan kemufakatan.
"Kita sesuai butir-butir Pancasila harus mengutamakan musyawarah untuk mufakat, dan bukan untuk mengutamakan demo untuk mufakat," tambahnya.
Mantan Direktur Jenderal Potensi Pertahanan (Dirjen Pothan) Kementerian Pertahanan ini menjelaskan secara umum masyarakatnya sudah cerdas, hingga situasi berlangsung kondusif.
"Masyarakat di wilayah Kodam III Siliwangi sudah sangat cerdas, terutama di bidang pendidikan politik hingga walaupun Pemilu ada yang menang dan kalah, situasi tetap berlangsung kondusif," jelas Mayjen Mohammad Fadjar. (Reza Zuruifwan)
Editor : Ahmad Sayuti

