Pimpin Perayaan Harkitnas ke 116 di Gunung Mas Kabupaten Bogor, Kapolda Jabar Terhibur Lihat Aksi Atlet Paralayang

Pemkab Bogor, baik itu Penjabat Bupati Bogor Asmawa Tosepu bersama seluruh jajaran dan Aparatur Sipil Negara (ASN) mengikuti upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-116 Tingkat Provinsi Jawa Barat yang dipimpin langsung oleh Inspektur Upacara yakni Kapolda Jawa Barat Irjen Polisi Akhmad Wiyagus.

Pimpin Perayaan Harkitnas ke 116 di Gunung Mas Kabupaten Bogor, Kapolda Jabar Terhibur Lihat Aksi Atlet Paralayang
Pemkab Bogor, baik itu Penjabat Bupati Bogor Asmawa Tosepu bersama seluruh jajaran dan Aparatur Sipil Negara (ASN) mengikuti upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-116 Tingkat Provinsi Jawa Barat yang dipimpin langsung oleh Inspektur Upacara yakni Kapolda Jawa Barat Irjen Polisi Akhmad Wiyagus./Reza Zurifwan

INILAHKORAN, Bogor-Pemkab Bogor, baik itu Penjabat Bupati Bogor Asmawa Tosepu bersama seluruh jajaran dan Aparatur Sipil Negara (ASN) mengikuti upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-116 Tingkat Provinsi Jawa Barat yang dipimpin langsung oleh Inspektur Upacara yakni Kapolda Jawa Barat Irjen Polisi Akhmad Wiyagus.


Kapolda Jawa Barat Irjen Polisi Akhmad Wiyagus saat membacakan sambutan Menteri Kominfo RI di Lapangan Landing Paralayang Puncak, Gunung Mas, Cisarua, Senin, 20 Mei 2024 menuturkan bahwa kini bangsa Indonesia telah berada pada fase kebangkitan kedua yakni melanjutkan semangat kebangkitan pertama yang telah dipancangkan para pendiri bangsa. 

Berbeda dengan perjuangan yang telah dirintis lebih dari seabad yang lalu yaitu  lahir organisasi Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908, kini bangsa Indonesia menghadapi berbagai tantangan dan peluang baru seperti kemajuan teknologi menjadi penanda zaman baru.

 
“Kemajuan teknologi telah menghampiri kehidupan kita sehari-hari dan menjadi bagian dari peradaban kita hari ini. Inovasi-inovasi teknologi telah mendorong perubahan kehidupan manusia secara revolusioner,” tutur Irjen Polisi Akhmad Wiyagus.

Irjen Polisi Akhmad Wiyagus menerangkan banyak kesulitan yang berhasil diselesaikan oleh teknologi  di zaman ini. Dia yang menguasai teknologi dia pula yang akan menguasai peradaban. 

"Di titik ini, gambarannya makin jelas, penguasaan atas teknologi merupakan keniscayaan bagi kita untuk menyongsong Indonesia Emas. Inovasi teknologi digital bertumbuh setiap hari. Kecepatannya bak lompatan kuantum, dimana dalam dua dekade terakhir, perubahannya demikian pesat," terangnya.


Ia melanjutkan dengan teknologi digital misalnya, telah melesat jauh melampaui bayangan banyak orang. Setidaknya, tak terbayangkan dalam tiga dekade yang lalu, bahwa hari ini akan seperti ini teknologi digital telah menebas banyak keterbatasan manusia. 


"Dunia seakan mengerdil semua seperti mendekat, terpampang di depan mata. Jarak bagai tak lagi relevan. Kehadiran visual juga menyempurnakan kehadiran suara," lanjutnya.

Irjen Polisi Akhmad Wiyagus menjelaskan di hadapan mata telah terbentang potensi kekuatan yang siap merambah dunia. Bonus demografi menunjukkan bagaimana 60% penduduk Indonesia dalam dua dekade ini menjadi tenaga usia produktif yang siap mengembangkan inovasi-inovasi baru, bagi kemajuan teknologi dan pertumbuhan ekonomi. 


Sebagaimana telah berkali-kali dinyatakan oleh Presiden Joko Widodo, peluang kita menjadi negara maju ada dalam 10 hingga 15 tahun ke depan dengan memaksimalkan bonus demografi. Presiden juga menekankan bagaimana di dalam sejarah peradaban negara-negara dan bangsa-bangsa, kesempatan itu hanya datang satu kali, oleh karenanya kita sama sekali tidak boleh keliru dalam memilih langkah.


“Bonus demografi yang dimiliki Indonesia haruslah dikelola dengan kebijaksanaan. Salah satu yang berpeluang menjadi penopangnya adalah adopsi teknologi digital. Tingkat penetrasi internet di Indonesia telah mencapai 79.5% dari total populasi. Ini diperkuat dengan potensi ekonomi digital ASEAN yang diperkirakan meroket hingga 1 triliun USD pada Tahun 2030,” jelasnya.

 
Perlu diketahui bahwa, dalam aspek bisnis, sosial, dan ekonomi, transformasi digital dapat menciptakan lapangan kerja baru dan mendukung pertumbuhan ekonomi, serta meningkatkan produktivitas dan profitabilitas bisnis. 


Sementara itu, dalam aspek sosial dan lingkungan, transformasi digital mampu meningkatkan akses terhadap berbagai teknologi untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Potensi-potensi ini tentu mendukung percepatan transformasi digital, sekaligus membuka peluang bagi Indonesia untuk keluar dari middle-income trap. Perekonomian Indonesia harus tumbuh di kisaran 6 hingga 7% untuk dapat mencapai target negara berpendapatan tinggi atau negara maju pada tahun 2045.


"Dengan pencanangan percepatan transformasi digital nasional, tantangan demi tantangan dapat kita hadapi bersama. Kerja bersama dari seluruh komponen bangsa telah menggerakkan roda transformasi dengan pasti. Hasil demi hasil bisa mulai dinikmati, mulai dari kalangan perkotaan sampai dengan pedesaan, di seluruh penjuru tanah air hingga kita harus menatap masa depan dengan penuh optimisme, kepercayaan diri, dan keyakinan. Di titik inilah, seluruh potensi sumber daya alam kita, bonus demografi kita, potensi transformasi digital kita, menjadi modal dasar menuju Indonesia Emas 2045. Di sinilah Bung Karno mengingatkan kita pentingnya momen agar kita mengambil keputusan yang tepat dan cermat untuk membawa kita pada jalan yang mengarah kepada kebaikan bagi seluruh rakyat Indonesia,” tukasnya. 

Selain apel upacara, perayaan Harkitnas juga disemarakkan dengan menyaksikan aksi puluhan atlet Paralayang Kabupaten Bogor di langit-langit Gunung Mas hingga membuat semua pihak yang hadir terhibur.


Usai berfoto dengan masyarakat da. atlet Paralayang yang berprestasi di ajang Asian Games maupun Sea Games, para pemimpin itu tak lupa berziarah ke makam pahlawan Nasional KH Idham Chalid di Cisarua. (Reza Zurifwan)***


Editor : JakaPermana