PKC Pastikan Ketersedian Pupuk Aman Dua Bulan Kedepan

Di musim tanam medio April-September, petani di Jabar dan Banten tak usah risau soal ketersediaan pupuk. Pasalnya, stok pupuk bersubsidi produksi PT Pupuk Kujang Cikampek (PKC) masih mengalami surplus. 

PKC Pastikan Ketersedian Pupuk Aman Dua Bulan Kedepan
Di musim tanam medio April-September, petani di Jabar dan Banten tak usah risau soal ketersediaan pupuk. Pasalnya, stok pupuk bersubsidi produksi PT Pupuk Kujang Cikampek (PKC) masih mengalami surplus. /Asep Mulyana

INILAH, Purwakarta - Di musim tanam medio April-September, petani di Jabar dan Banten tak usah risau soal ketersediaan pupuk. Pasalnya, stok pupuk bersubsidi produksi PT Pupuk Kujang Cikampek (PKC) masih mengalami surplus. 

Direktur Komersil PT PKC Karawang, Rita Widayati meminta para petani tak perlu khawatir kekurangan pupuk. Mengingat, stok pupuk subsidi untuk memenuhi kebutuhan musim tanam gadu di wilayah Jabar-Banten, masih aman hingga dua bulan kedepan. 

"Stok pupuk masih aman," ujar Rita dalam rilis yang diterima INILAH, Selasa (7/5/2019).

Rita menjelaskan, di bulan Mei stok pupuk jenis Urea produksi perusahaannya mencapai 73 ribu ton. Stok NPK, mencapai 47.299  ton  atau  hampir lebih dari sepuluh kali lipat  dari ketentuan  sebesar  3.736  ton.  Sedangkan,  pupuk  organik,  stoknya  mencapai  9.012  ton  atau 182 persen dari ketentuan 4.938 ton. 

Sementara itu, Manajer Komunikasi PT Pupuk Kujang Cikampek, Ade Cahya Kurniawan menambahkan, awal Mei ini merupakan musim tanam yang baru. Karenanya, kebutuhan akan pupuk dipastikan meningkat.

"Petani tak perlu khawatir, karena stok pupuk saat ini melimpah," ujar dia. 

Menurut Ade, sesuai ketentuan Kementerian Pertanian, produsen pupuk diwajibkan menyimpan stok untuk memenuhi kebutuhan dua peka  kedepan. Namun, pada kenyataanya, Pupuk Kujang sebagai anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero) justru bisa menyiapkan stok setara dengan stok untuk dua bulan kedepan.

Ade menambahkan, di 2019 ini ada peningkatan serapan pupuk bersubsidi jenis urea. Adapun pencapaian realisasi untuk wilayah Jabar-Banten, hingga 29 April kemarin mencapai 203.209 ton. Jumlah tersebut setara dengan 108 % dibandingkan dengan kebutuhan Dinas pertanian yang mencapaoli 187.682 ton.

Dia menambahkan, dalam penyaluran pupuk bersubsidi ini pihaknya bekerjasama dengan stakeholder terkait dan masyarakat yang aktif memonitoring penyaluran pupuk ini. Tak hanya itu, pihaknya juga menguatkan kerjasama dengan para distibutor hingga tingkat kios. 

"Kami berharap, sinergitas ini terus terjalin dengan baik. Supaya, penyaluran pupuk bersubsidi ini optimal dan tepat sasaran," pungkasnya. (Asep Mulyana) 


Editor : JakaPermana