Plh Gubernur Jabar: Pengenalan Lingkungan Sekolah Harus Diisi dengan Wawasan Kebangsaan

Plh Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum meminta pelaksanaan pengenalan lingkungan sekolah (PLS) diisi dengan penyampaian wawasan kebangsaan.

Plh Gubernur Jabar: Pengenalan Lingkungan Sekolah Harus Diisi dengan Wawasan Kebangsaan
Plh Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum meminta pelaksanaan pengenalan lingkungan sekolah (PLS) harus diisi dengan penyampaian wawasan kebangsaan.
INILAHKORAN, Bandung- Plh Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum meminta pelaksanaan pengenalan lingkungan sekolah (PLS) harus diisi dengan penyampaian wawasan kebangsaan. Selain itu juga harus diisi dengan penanaman karakter bagi siswa baru. 
 
Uu Ruzhanul Ulum berharap, tidak ada lagi kegiatan perploncoan ataupun senioritas pada PLS, karena dinilai tidak membawa manfaat pada siswa. 
 
"Yang harus diberikan kepada siswa adalah pengenalan sekolahnya masing-masing, pengenalan tentang Jabar, harus tetap menanamkan moral dan akhlak, termasuk wawasan kebangsaan juga harus disampaikan," ujar Uu Ruzhanul Ulum. 
 
 
Dia memastikan, pihaknya mendukung pelaksanaan PLS selama terdapat perubahan stigma menjadi lebih baik. PLS  yang dulu dikenal dengan Masa Orientasi Siswa (MOS) tetap diperlukan untuk membangun kenyamanan dan rasa cinta almamater pada siswa.
 
"Pemdaprov Jabar bukan melarang melaksanakan PLS atau MOS, tapi harus ada perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik, karena MOS ini penting untuk mengenal lingkungan," katanya. 
 
Menurutnya, PLS/MOS dapat membuat siswa merasa lebih nyaman dalam menerima pembelajaran di sekolah.
 
"Justru kenal dengan lingkungan, guru, dan teman itu akan membuat anak belajar nyaman, sehingga anak akan mampu menerima ilmu yang disampaikan oleh guru dengan maksimal," papar Pak Uu.
 
 
Meski Pemda Provinsi Jabar memberikan keleluasaan kewenangan kepada kepala sekolah untuk melaksanakan PLS, Uu tetap mengimbau para kepala sekolah untuk bersiaga di sekolah selama masa PLS berlangsung, dan meningkatkan pengawasan melekat (waskat) di setiap kegiatan PLS. 
 
"Saya minta kepada para kepala sekolah, selama tiga hari jangan meninggalkan sekolah. Harus tetap berada di sekolah, waskat pada proses belajar PLS," katanya.***(Riantonurdiansyah) 
 
 


Editor : inilahkoran