Polda Metro Jaya Buru Sosok Informan dalam Kasus Penculikan Berujung Kematian Kacab Bank
Polda Metro Jaya tengah memburu keberadaan sosok berinisial S, yang diduga menjadi informan tersangka C alias Ken dalam kasus penculikan berujung kematian terhadap MIP (37), seorang kepala cabang bank di Jakarta Pusat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - Polda Metro Jaya tengah memburu keberadaan sosok berinisial S, yang diduga menjadi informan tersangka C alias Ken dalam kasus penculikan berujung kematian terhadap MIP (37), seorang kepala cabang bank di Jakarta Pusat.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Wira Satya Triputra, mengungkapkan bahwa S adalah orang yang pertama kali memberikan informasi mengenai rekening dormant (tidak aktif) di bank tempat MIP bekerja. Informasi tersebut kemudian menjadi salah satu pemicu terjadinya aksi penculikan.
“Masih kita dalami, S masih kita cari,” ujar Wira dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Selasa 23 September 2025.
Meski demikian, Wira menegaskan S belum ditetapkan sebagai tersangka maupun dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO). Hal itu lantaran peran dan identitas S masih terus didalami oleh penyidik.
“Belum DPO, ya,” tambahnya.
Menurut Wira, berdasarkan hasil pemeriksaan, C alias Ken mengaku mendapat informasi dari S terkait rekening dormant yang kemudian dijadikan target. Namun polisi belum bersedia mengungkap detail lebih jauh tentang sosok tersebut.
“Mohon maaf, kalau disampaikan sekarang bisa kabur,” jelas Wira.
17 Tersangka Terbagi dalam Empat Klaster
Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan 17 orang tersangka yang terbagi ke dalam empat klaster peran, yaitu:
Otak perencana – termasuk C alias Ken yang menyusun strategi, mengatur pertemuan, hingga menyiapkan perangkat IT untuk memindahkan dana dari rekening dormant.
Eksekutor penculikan – mereka yang bertugas langsung membawa korban.
Pelaku penganiayaan – yang melakukan kekerasan terhadap korban.
Tim surveilans – kelompok yang membuntuti dan memantau pergerakan korban.
Selain C, terdapat nama DH yang berperan menghubungi JP untuk merekrut tim penculik, menyiapkan operasional, dan mengatur skenario penculikan. Ada pula AAM yang ikut merancang strategi dan menyiapkan tim pengintai.
Polda Metro Jaya menegaskan pihaknya masih terus mengembangkan penyidikan, termasuk mengusut tuntas keberadaan S yang diyakini memiliki peran penting dalam mengalirkan informasi awal kepada para pelaku.
Editor : Firda Rachmawati


