Polisi-Mahasiswa Peduli Korban Karhutla: Galang Dana, Ringankan Derita

MAHASISWA dan polisi bersatu menggalang bantuan korban karhutla. Solidaritas pemuda menjelma aksi nyata.

Polisi-Mahasiswa Peduli Korban Karhutla: Galang Dana, Ringankan Derita
GALANG DANA: Kapolresta Bogor Kota Kombes Polisi Adhitya Panji Anom berserta perwakilan mahasiswa kelompok Cipayung Plus melakukan penggalangan dana untuk korban Karhutla di Mako Polresta Bogor Kota, Kecamatan Bogor Tengah, Rabu (28/10). Donasi yang terkumpul difokuskan membantu masyarakat terdampak sekaligus mendukung penanganan kebakaran dan pemulihan lingkungan.(INILAH/RIZKI MAULUDI)

Oleh: Rizki Mauludi

Semangat Sumpah Pemuda tak berhenti pada pengibaran bendera dan lantunan ikrar persatuan. Di halaman Mako Polresta Bogor Kota, Rabu (28/10), semangat itu diwujudkan melalui penggalangan dana untuk membantu masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Polresta Bogor Kota bersama organisasi mahasiswa Cipayung Plus menggelar upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 sekaligus mengajak masyarakat menyalurkan bantuan bagi korban bencana. Donasi yang terkumpul direncanakan untuk memenuhi kebutuhan mendesak warga sekaligus mendukung penanganan kebakaran dan pemulihan lingkungan.

Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Adhitya Panji Anom mengapresiasi inisiatif mahasiswa yang menggerakkan aksi kemanusiaan tersebut. Menurut dia, kolaborasi antara kepolisian dan organisasi kemahasiswaan menjadi wujud kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan.

“Kami mengapresiasi dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada rekan-rekan Cipayung Plus yang telah berinisiatif mengadakan aksi solidaritas sebagai wujud kepedulian melalui penggalangan dana,” kata Adhitya kepada wartawan.

Dukungan juga datang dari personel kepolisian. Adhitya mengajak jajarannya berpartisipasi menyumbangkan dana, sementara anggota kepolisian dan jajaran polsek turut membantu menghimpun donasi melalui pemindaian kode QR. Masyarakat luas juga diberi kesempatan untuk ikut berkontribusi.

Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga sekaligus mendukung penanganan karhutla di sejumlah daerah.

Bagi mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus, penggalangan dana ini menjadi langkah awal untuk menghadirkan bantuan langsung bagi masyarakat terdampak. Dana yang terkumpul direncanakan tidak sekadar disalurkan dalam bentuk uang, tetapi dibelanjakan sesuai kebutuhan di lokasi bencana.

Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bogor, Moeltazam, mengatakan bantuan yang disiapkan mencakup biaya operasional, obat-obatan, alat kesehatan, perlengkapan pemadaman kebakaran, hingga bibit pohon untuk mendukung pemulihan lingkungan pascakebakaran.

“Kami akan membawa dana ke lokasi, kemudian langsung membelanjakannya sesuai kebutuhan masyarakat. Barang-barang tersebut akan disalurkan langsung kepada masyarakat yang terdampak,” terangnya.

Kalimantan Tengah, termasuk Palangka Raya, serta Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi wilayah yang direncanakan sebagai sasaran penyaluran bantuan. Cipayung Plus juga berencana memperluas kerja sama dengan berbagai instansi dan masyarakat agar jangkauan bantuan semakin luas.

Namun, kepedulian terhadap korban karhutla, menurut Moeltazam, tidak cukup diwujudkan melalui bantuan sosial. Upaya kemanusiaan perlu berjalan beriringan dengan dorongan terhadap kebijakan pemerintah untuk mengatasi penyebab kebakaran. (gin)


Editor : Inilahkoran