Polisi Periksa Kejiwaan Ibu Tiri Raditya, Dalami Motif Dibalik Kekerasan
Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Satreskrim Polrestabes Bandung menjadwalkan pemeriksaan psikologi terhadap Sari Mulyani (26), ibu tiri balita Raditya yang meninggal akibat dugaan kekerasan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Satreskrim Polrestabes Bandung menjadwalkan pemeriksaan psikologi terhadap Sari Mulyani (26), ibu tiri balita Raditya yang meninggal akibat dugaan kekerasan.
Pemeriksaan psikologis tersebut dilakukan untuk mendalami kondisi kejiwaan dan menggali kemungkinan motif di balik kekerasan yang dialami korban.
“Iya, itu (pemeriksaan kejiwaan) akan dilakukan pemeriksaan psikologis,” kata Kasatreskrim Polrestabes Bandung, Kompol Anton, Selasa (25/11/2025).
Pemeriksaan psikologis menjadi bagian penting dalam pengembangan penyidikan, mengingat hasil autopsi menunjukkan adanya banyak luka baru dan lama di tubuh korban. Luka-luka tersebut ditemukan pada kepala, dada, tangan, dan kaki, mengindikasikan kekerasan yang terjadi berulang.
“Dugaan tindak pidana kekerasan dikuatkan dengan temuan luka-luka benda tumpul baik di kepala maupun tubuh korban,” jelas Anton pada keterangan sebelumnya.
Polisi berharap pemeriksaan psikologi dapat membantu mengungkap penyebab tersangka melakukan kekerasan terhadap balita tersebut hingga berujung fatal. Kasus ini masih terus dikembangkan untuk mengetahui seluruh rangkaian peristiwa yang dialami korban sebelum meninggal.
Editor : Ahmad Sayuti


