Polisi Sebut Penganiayaan Berat Pasutri di Karawang Dipicu Masalah Pinjaman Uang
Kasus penganiayaan berat yang dialami pasangan suami istri di Perumahan Garden City, Desa Cengkong, Purwasari, Karawang, Selasa (9/12/2025), diduga kuat dipicu masalah ekonomi dan pinjam-meminjam uang.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Kasus penganiayaan berat yang dialami pasangan suami istri di Perumahan Garden City, Desa Cengkong, Purwasari, Karawang, Selasa (9/12/2025), diduga kuat dipicu masalah ekonomi dan pinjam-meminjam uang. Polisi mengamankan pelaku, seorang buruh berinisial AZH (23).
Berdasarkan keterangan penyidik, pelaku sebelumnya datang ke rumah korban pada siang hari untuk meminjam uang sebesar Rp1 juta, yang diberikan oleh korban Elina Mahulae (39).
Namun, pada sore harinya, pelaku kembali dengan alasan ingin mengembalikan sebagian uang pinjaman Rp500 ribu. Saat itulah aksi brutal terjadi; AZH tiba-tiba menyerang korban menggunakan pisau, menusuk bagian leher, telinga, dan tangan.
Suami korban, Gom Gom Tambunan (38), yang mendengar teriakan istrinya, berusaha menolong namun ikut menjadi sasaran dan mengalami luka tusuk di bagian belakang leher.
"Dari keterangan awal, pelaku mengaku sedang dalam kondisi terdesak masalah ekonomi. Dia datang kembali ke rumah korban dengan alasan mengembalikan pinjaman, tetapi justru melakukan penyerangan. Penyidik masih mendalami apakah ada motif lain yang melatarbelakangi tindakan tersebut," ujar Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan, Kamis (11/12/2025).
Dia menegaskan, faktor ekonomi tidak bisa dijadikan pembenaran atas tindakan kekerasan. "Motif apa pun tidak dapat membenarkan tindakan brutal seperti ini. Pelaku akan kami proses sesuai hukum yang berlaku," tegas Hendra.
Pelaku sempat melarikan diri dan mengunci diri di rumah korban sebelum akhirnya diamankan oleh Polsek Purwasari dan diserahkan ke Polres Karawang. Warga sekitar yang mendengar keributan serta melihat korban bersimbah darah turut membantu proses penanganan.
Kombes Hendra menyampaikan apresiasi terhadap respons cepat warga dan petugas kepolisian.
"Partisipasi masyarakat sangat membantu proses penanganan kasus ini. Berkat laporan cepat warga, situasi bisa segera dikendalikan dan pelaku dapat diamankan tanpa adanya korban jiwa," kata Hendra.
Saat ini, kedua korban masih menjalani perawatan medis, sementara penyidik terus mendalami latar belakang pelaku serta kemungkinan adanya persoalan lain di balik pinjaman uang tersebut. ***
Editor : Gin gin T Ginulur

