Polres Garut Selidiki Insiden Maut di Pesta Rakyat Pernikahan Anak Dedi Mulyadi hingga Tiga Orang Tewas

Peristiwa ini merupakan bagian dari rangkaian pernikahan Wakil Bupati Garut Luthfianisa Putri Karlina dengan Maula Akbar, putra dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Polres Garut Selidiki Insiden Maut di Pesta Rakyat Pernikahan Anak Dedi Mulyadi hingga Tiga Orang Tewas
Polres Garut Selidiki Insiden Maut di Pesta Rakyat Pernikahan Anak Dedi Mulyadi hingga Tiga Orang Tewas

INILAHKORAN - Kepolisian Resor (Polres) Garut tengah melakukan penyelidikan atas insiden tragis yang menewaskan tiga orang dalam acara pesta rakyat yang digelar di Pendopo Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Peristiwa ini merupakan bagian dari rangkaian pernikahan Wakil Bupati Garut Luthfianisa Putri Karlina dengan Maula Akbar, putra dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Kapolres Garut, AKBP Yugi Bayu Hendarto, mengonfirmasi bahwa pihaknya saat ini sedang mendalami lebih lanjut penyebab dan tanggung jawab atas kejadian tersebut.

“Insiden ini masih kami dalami. Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk terhadap panitia pelaksana kegiatan,” ujar Yugi Bayu kepada wartawan, Jumat (18/7).

Pengamanan Sudah Disiapkan, Tapi Massa Tak Terkendali

Menurut Yugi, sebelum acara berlangsung, pihak kepolisian telah menggelar apel pengamanan gabungan bersama unsur TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan Brimob. Sebanyak 400 personel dikerahkan dan disebar ke berbagai titik strategis di sekitar lokasi acara untuk mengantisipasi lonjakan massa.

“Kami sudah tempatkan personel di titik-titik tertentu setelah apel gabungan. Namun, antusiasme masyarakat sangat tinggi,” jelasnya.

kericuhan terjadi saat ribuan warga dari berbagai kalangan memadati Pendopo dan Alun-Alun Garut untuk mengikuti acara hiburan dan pembagian makanan gratis. Situasi memanas ketika warga mulai berdesakan di gerbang utama menuju kawasan Pendopo, hingga menyebabkan sejumlah orang pingsan dan harus dievakuasi oleh petugas keamanan serta tenaga medis.

Tiga Korban Jiwa dan Puluhan Luka

Insiden desak-desakan ini berujung pada tiga korban meninggal dunia, di antaranya:

  • Vania Aprilia (8), warga Kelurahan Sukamentri, Garut Kota.

  • Dewi Jubaeda (61), warga Garut.

  • Bripka Cecep Saeful Bahri (39), anggota Polres Garut yang sedang bertugas mengamankan lokasi.

Selain korban jiwa, sejumlah warga lainnya mengalami luka-luka dan harus mendapatkan pertolongan medis.

Polisi Fokus pada Penyelidikan Unsur Kelalaian

Kapolres Garut menambahkan bahwa saat ini pihaknya belum dapat menyimpulkan apakah ada unsur kelalaian dalam penyelenggaraan acara. Namun, proses pendalaman terus dilakukan, termasuk terhadap pihak panitia dan koordinasi teknis yang dilakukan sebelum kegiatan berlangsung.

“Kami akan telusuri semua aspek, termasuk perizinan, tata kelola massa, dan siapa yang memiliki tanggung jawab atas jalannya acara,” pungkas Yugi.

Pihak kepolisian berkomitmen untuk mengusut tuntas insiden ini dan memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.


Editor : Firda Rachmawati