Prabowo Subianto Targetkan 80 Ribu Koperasi Desa Lengkap dengan Truk, Cold Storage, dan Apotek Rakyat: Strategi Menurunkan Harga Pangan dan Sejahterakan Petani

Presiden Republik Indonesia terpilih, Prabowo Subianto, memaparkan salah satu program unggulannya yang menargetkan pembentukan 80 ribu Koperasi Desa (KopDes) Merah Putih di seluruh Indonesia.

Prabowo Subianto Targetkan 80 Ribu Koperasi Desa Lengkap dengan Truk, Cold Storage, dan Apotek Rakyat: Strategi Menurunkan Harga Pangan dan Sejahterakan Petani
Prabowo Subianto Targetkan 80 Ribu Koperasi Desa Lengkap dengan Truk, Cold Storage, dan Apotek Rakyat: Strategi Menurunkan Harga Pangan dan Sejahterakan Petani

INILAHKORAN, BandungPresiden Republik Indonesia terpilih, Prabowo Subianto, memaparkan salah satu program unggulannya yang menargetkan pembentukan 80 ribu Koperasi Desa (KopDes) Merah Putih di seluruh Indonesia.

Setiap Koperasi Desa nantinya akan dilengkapi dengan dua unit truk, fasilitas Cold Storage, hingga Apotek rakyat sebagai bagian dari strategi besar untuk meningkatkan kesejahteraan petani, nelayan, dan menurunkan harga pangan nasional.

Hal ini disampaikan Prabowo dalam sambutannya saat menghadiri acara Panen Raya Nasional yang digelar di Desa Randegan Wetan, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, pada Senin (7/4), sebagaimana tayang dalam video resmi yang diunggah oleh akun YouTube Sekretariat Presiden.

“Kita harapkan tiap Koperasi Desa akan punya truk dua masing-masing, sehingga nanti Koperasi Desa, petani desa tidak akan ada hasil panen yang tidak sampai ke pasar,” ujar Prabowo.

Presiden menegaskan, koperasi-koperasi ini akan menjadi pusat distribusi hasil panen dan perikanan rakyat.

Lewat dukungan kredit usaha dari pemerintah, para petani dan nelayan dapat memiliki kendaraan operasional berupa truk untuk menjamin distribusi yang efisien dari desa langsung ke pasar.

Selain itu, pemerintah juga akan melengkapi koperasi dengan fasilitas pendingin atau Cold Storage agar hasil panen dan tangkapan ikan bisa disimpan lebih lama tanpa mengalami kerusakan.

Fasilitas ini dinilai krusial untuk menjaga kualitas dan nilai jual produk pertanian dan perikanan.

Koperasi juga akan ditugaskan menyalurkan pupuk subsidi langsung ke kelompok tani (gapoktan), memangkas rantai distribusi yang selama ini dianggap terlalu panjang dan memberatkan petani.

“Dan nanti pupuk bisa diambil dalam waktu cepat langsung ke gapoktan-gapoktan, dan tidak boleh lagi ada terlalu perantara, tengkulak-tengkulak, saya setuju tadi ada perwakilan petani kalau bisa langsung aja ke gapoktan, ini kita usahakan ya,” tegasnya.

Tak hanya berfokus pada sektor pangan, Prabowo juga menambahkan bahwa setiap Koperasi Desa akan memiliki Apotek rakyat yang menjual obat generik dengan harga terjangkau.

Ia menekankan pentingnya akses kesehatan murah dan setara bagi seluruh rakyat, terutama masyarakat desa.

“Istilahnya itu obat generik, mungkin kotaknya tidak terlalu berwarna-warni, tapi obatnya sama, yang bisa dijangkau rakyat dalam harga yang mungkin bisa sepertiga bahkan bisa 10 persen dari harga yang ada di kota-kota,” katanya.

Melalui Koperasi Desa ini, Prabowo berharap nelayan juga dapat menjual hasil laut mereka secara langsung kepada masyarakat dengan harga terjangkau, yakni antara Rp40 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram, tanpa harus melewati rantai distribusi panjang yang menyebabkan harga naik drastis di pasaran.***


Editor : Yosep Saepul Ramadan